A A

Melihat anak kandungnya yang sudah berg4 ,, 1r4h melihat persetubuhan kedua orang tuanya, Mama dengan sengaja mengusap p3n ,, 1s Papa yang masih tegak berdiri.

Mama mengelus p3n ,, 1s Papa dengan sengaja memamerkan kepada anak gadisnya yang sedang mengintip di balik pintu.

Karena terbawa g4 ,, 1r4h, Mama dengan semangat mer3m ,, 4s kencang p3n ,, 1s Papa yang masih tegak mengacung.

"Nghh sayanghhh" Papa menggeram dan aku bergidik sekaligus ter4ng ,, s4ng mendengar suara Papa yang sangat seksi.

Melihat wajah Ira yang memerah dan menatap penuh g4 ,, 1r4h pada tubuh Papa, membuat Mama semakin gencar melakukan aksinya.

Membayangkan bahwa putri kandungnya lah yang yang sedang memanjakan kejantanan sang suami.

Mama dengan semangat memasukan p3n ,, 1s besar Papa ke dalam mulutnya, menjilat, menghisap, dan mengulum benda berurat tersebut dengan penuh n4f ,, su.

"Khooookh" Mama tersedak saat Papa mendorong p3n ,, 1snya semakin masuk ke dalam mulut Mama.

Mama yang mendapat perlakukan seperti itu pun sontak semakin berg4 ,, 1r4h.

Mama menyeringai lalu memiringkan tubuhnya dan Papa ke arah ku.

Kini dengan jelas dapat kulihat p3n ,, 1s besar Papa yang sedang mencoba meny0 ,, d0k v4 ,, g1n4 berl3n ,, d1r Mama.

Aku meneguk ludah kasar saat melihat ukuran p3n ,, 1s Papa yang jumbo lambat laun tersedot ke dalam v4 ,, g1n4 Mama.

Aku berg4 ,, 1r4h.

Aku ter4ng ,, s4ng melihat betapa gagahnya Papa saat meny0 ,, d0k v4 ,, g1n4 Mama dengan penuh tenaga.

Papa mengerang nikmat, merasakan p3n ,, 1snya seperti dihisap dengan kencang oleh v4 ,, g1n4 Mama.

Walaupun sudah berkali-kali dimasuki dengan kasar, v4 ,, g1n4 sang istri masih tetap rapat dan legit.

"Ough "

"Ahhhh"

Papa mend3s4 ,, h, semakin kuat menghentak p3n ,, 1snya pada dinding rahim Mama ketika tak sengaja mengingat v4 ,, g1n4 merah muda milik sang anak.

"Nghhh sayanghhh   "

Tubuh Papa berkeringat, nafasnya makin tersenggal saat membayangkan tubuh sang istri yang sedang ia s0 ,, d0k dengan tubuh sang putri.

"Ah... ahhh.... ohh sayang"

"Ouhhhh Papaahh.... ahhhh dalemmm... ahhh... ahh"

"Pahh... nghhhhhh.... ahhhh... ouhhh fasterrr"

Penyatuan berg4 ,, 1r4h tubuh Mama Papa membuatku bisa mendengar suara hentakan p3n ,, 1s dan v4 ,, g1n4 yang berkecipak.

Juga deritan kasur yang menjadi bukti betapa perkasanya Papa meny0 ,, d0k v4 ,, g1n4 Mama.

Wajahku memerah, nafasku tersenggal saat melihat otot-otot tangan Papa yang sedang mer3m ,, 4s p4 ,, yud4 ,, r4 sekal milik Mama.

Detik itu juga aku menyadari bahwa Papa kandungku sangat hebat dalam memuaskan n4f ,, su.

"Ahhhh... hahhh.... hah        "

"Hhhh... ahhh... ahhh... fasterhhh.."

Pl0 , k plo , k plo , k.... Plo , k... Plo , k...

Slurppp... Cup... Cup...

 

Kini Papa dengan rakus meraup bibir Mama yang sudah bengkak, mengajak sang istri untuk saling berperang lidah.

Plo , k plo , k plo , k...

"Ahhh... ahhh.. Pahh... Mamaahhh ahh... ahh mau sammphaii "

"Ahhhh... ahhh... oughhhhh fasterhhh"

"Nghh.... ahhh... ahhh... Pahh... dalemhhh"

"AHHHHHHHH"

Mama menutup mata dengan wajah menengadah ke langit-langit kamar, namun tak lupa melirikan mata ke arah pintu menatap sang anak gadisnya yang sedang gelisah.

Mama yakin seratus persen bahwa Ira saat ini sedang ter4ng ,, s4ng.

Apalagi, ini adalah hari pertama sang putri mendapatkan tamu bulanannya.

"Ahhhh"

"Ouhhh sayanggh... hhh... kamu nikmat bangethhh"

Papa menghentak keras v4 ,, g1n4 sang istri, terus mengejar pelepasan yang sudah diujung.

Membuat Mama terus mend3s4 ,, h nikmat dan mer3m ,, 4s rambut Papa yang sedang menumpukan kepala dilehernya.

"Ouhhhh.... ahhh muncr4 , ttttt ahhh... muncr4 , tt"

Mama terkekeh pelan, saking bern4f ,, sunya ia membayangkan sang anak gadis yang dis3tu ,, buh1 dengan panas oleh Papa, membuatnya sampai squirting dengan deras.

"Ngh...... arghhhh   "

Papa menggeram, saat cairan cintanya menyemprot ke dalam v4 ,, g1n4 Mama.

Melihat sang istri yang squirting, membuatnya menyeringai penuh n4f ,, su.

Tanpa sadar, Mama dan Papa sama-sama sedang berfantasi gila tentang putri kandungnya.

Mama yang berfantasi tentang ia sebagai Ira yang sedang dis0 ,, d0k Papa kandungnya, sedangkan sang Papa yang sedang berfantasi tentang dirinya meny0 ,, d0k v4 ,, g1n4 sang anak dengan penuh n4f ,, su.

Aku memejamkan mata, menenangkan debaran jantungku yang menggila.

Dirasa sudah puas, aku segera saja kembali ke kamar tanpa melihat lebih jauh percintan kedua orang tua ku.

Aku tidak sanggup lagi. Benar-benar tidak sanggup melihat tubuh Papa yang sangat mengg4 ,, 1r4hkan.

Ingin rasanya aku di posisi Mama.

Mengangkang, menungging, mend3s4 ,, h, lalu dis0 ,, d0k dengan brutal oleh kejantanan Papa yang besar dan berurat.

Uhhh....

Wajahku memanas membayangkan hal itu.

Dengan segera aku menepukan kedua pipi ku dan menggeleng mengingat Papa adalah ayah kandungku sendiri.

Jangan jadi anak durhaka lo Ra.

Inget, dia bokap lo.

Lo juga mesti inget udah punya Kevin.

Memikirkan tentang Kevin, aku jadi mendadak lesu ketika mengingat kembali obrolan ku dengannya.

Aku terkekeh miris, bahkan Kevin nyuruh lu buat ng3 ,, nt ,, 0t sama bokap lo Ra.

Ough....

Tanpa sadar aku kembali mer3m ,, 4s-r3m ,, 4s kedua gundukan p4 ,, yud4 ,, r4 milikku.

Menarik p3 ,, nt ,, 1lnya lalu ku usap-usap sampai membuatku geli.

Aku bergetar ketika kembali mengingat betapa panas mulut Papa saat menyetubui p4 ,, yud4 ,, r4 Mama yang sekal.

Aku jadi membayangkan akan seperti apa reaksi Papa kandungku itu ketika memainkan kedua p4 ,, yud4 ,, r4 ku. Apalagi punyaku jauh lebih sekal dan besar dari punya Mama.

….

"Kamu nanti mau dijemput Papa atau pulang sama Kevin sayang?" Tanya Mama saat mobil yang dikendarai sang suami berhenti di depan gerbang sekolah anaknya.

Aku mengernyitkan dahi, tidak mungkin ia pulang dengan Kevin karena ia belum tahu mau bereaksi seperti apa jika mereka bertemu.

"Gampang Mah, nanti aku paling pulang sama Wulan kalo nggak sama Kevin." Ucap ku sebelum keluar dari mobil.

"Eh eh sayaaang tunggu dulu dong sinii"

Aku menatap Mama, "Kenapa Mama?"

"Ini adek bayinya minta kaka cium Mama sama Papa sebelum berangkat."

Cup. Cup.

Aku mencium kedua pipi Mama lalu menyapa calon adek kicik ku, "Halo sayaaang, kaka sekolah dulu ya"

"Iya kaka, sekarang cium Papa dong" Ucap Mama dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.

Aku mengerjapkan mata sebelum menatap Mama yang turut menatapnya.

"Ayo sayang cium Papa dong, ini maunya adek loh"

Aku mengangguk saja, lalu memutar tubuhku yang sedang menghadap Mama ke arah tubuh Papa.

Kini posisi ku sedang bertumpu pada kedua jok depan mobil Papa.

Aku menatap Papa sedikit ragu.

Karena Papa hanya diam tanpa mengeluarkan suara.

"Cium Iraaa, Papanya jangan cuma diliatin aja itu. Nanti kamu keburu bel loh" Mama menegur sang putri yang tak kunjung mencium sang suami.

Cup.

Aku mengecup Pipi kiri Papa cukup cepat lalu memundurkan tubuh.

"Yang kanan belum sayang"

Aku mendadak gugup, lalu tanpa sadar membasahi bibir ku.

Dalam diam, semua gerak-gerik ku diperhatikan dengan seksama oleh sang Papa.

Karena posisi pipi kanan Papa membuatku sedikit sulit untuk menciumnya, jadilah aku memajukan badanku sedikit hingga tanpa ku sadari kedua p4 ,, yud4 ,, r4 ku yang tertutup seragam menekan pundak dan dada Papa.

Papa yang merasakan ada benda kenyal yang mengenai pundaknya pun sedikit tersentak, lalu dengan cepat ia memutarkan badan ke kiri dengan tujuan menjauhkan dada sang putri dari pundaknya.

Namun, entah sebuah kesialan atau keuntungan, gerakan Papa yang menolehkan badan beserta kepalanya bertepatan dengan Ira yang sudah memajukan bibir ingin mencium Papa.

Aku membulatkan mata kaget, saat merasakan kalau bibir ku tidak mengenai pipi sang Papa.

Ciuman pertama ku!

Aku ngeblank, benar-benar pikiran ku kosong karena yang saat ini bersentuhan dengan bibir ku bukanlah pipi sang Papa, melainkan bibirnya.

Papa yang juga sedikit terkejut karena bibirnya yang dicium sang anak sontak langsung memundurkan kepalanya dan memutar tubuh menghadap depan kembali.

Gila.

Benar-benar gila.

Bisa-bisanya ia berciuman dengan putri kandungnya di depan istrinya.

Walaupun tidak sengaja, tapi tetap saja bibirnya telah bertemu dengan bibir sang anak yang manis.

Iya manis.

Itu yang membuatnya semakin gila.

Karena tanpa sadar setelah menjauhkan kepalanya tadi, ia menjilat bibirnya yang sedikit basah karena bibir anak gadisnya.

Papa berdeham pelan saat melirik putrinya yang masih terbengong menatapnya.

Mendengar dehaman Papa yang hanya bisa ku dengar, membuat ku cepat menggelengkan kepala.

Lalu dengan tergesa aku kembali mencium pipi Mama lalu mengucapkan selamat tinggal.

Oh my god! Gila lo Ira. Sadar. Dia bokap kandung lo.

Aku memukul kepala ku pelan saat adegan ciuman bersama Papa tadi membuat pipi ku memerah.

RIP my first kiss.

Dan semoga Mama tadi nggak lihat anak gadisnya berciuman dengan sang Papa sekaligus suaminya.