A A

"Awhhh pelan-pelan sayang"

Aku meringis, merasakan nyeri kala Aksa dengan semangat menyusu padaku.

Sudah berselang sebulan sejak aku melakukan induksi laktasi dan sudah sejak minggu lalu asi ku keluar dengan lancar.

Sangat lancar bahkan.

Sampai-sampai asi yang keluar dari p4y ud4r4ku itu sering merembes hingga membuat baju ku basah.

Karena itu, selain menyusui Aksa aku juga terkadang memompa asi ku supaya p4y ud4r4 ku sedikit kosong.

Walaupun lebih sering aku menyusui Aksa dan juga Papa.

Iya Papa.

Bahkan hampir tiap malam Papa selalu menyusu padaku.

Mengendap ke dalam kamarku diam-diam ataupun aku yang tidur bertiga bersama Mama.

Setelah p4y ud4r4 ku keluar asi, banyak hal yang berubah dari diriku secara perlahan.

Aku bisa merasakan bahwa tubuh ku menjadi sangat sensitif.

Hanya menyusui Aksa saja, v 4 g1 n 4 ku selalu berkedut seakan minta dipuaskan.

Apalagi akhir-akhir ini intensitas hubungan s3 k su 4 l aku dan Papa sangat melonjak drastis.

Tiada hari tanpa aku dan Papa berbuat c4 b ul.

Membuat pikiran ku menjadi gila ingin segera dip3r k0 s 4 Papa. 

Oleh karena itu, malam ini aku mau menggoda Papa.

Apapun caranya malam ini aku harus bisa merasakan p 3n ! $ Papa menyodok v 4 g1 n 4ku.

Aku juga sudah mengatakan hal ini pada Mama dan ia setuju akan permintaan ku.

Karena demi apapun, aku sudah tidak sanggup menahan hasrat untuk selalu menjaga keperawananku tiap kali aku dan Papa berbuat mesum.

Bertepatan dengan ulang tahun ku yang ke delapan belas hari ini aku mau melepas keperawananku dengan Papa.

Karena jujur sensasi memabukkan tiap kali Papa menggoda liang senggamaku dengan kepala p 3n ! $nya sudah tidak sanggup lagi ku tahan.

Seperti saat ini, aku sedang mengangkang lebar dengan Papa di atas tubuhku.

"Ahh ahh Pahhh ahh aku mau muncratt ahh"

Aku menggelengkan kepala kala merasakan Papa semakin cepat menggesekan p 3n ! $nya di belahanv 4 g1 n 4 ku.

Belum lagi kedua jarinya yang turut mengobrak-abrik liang senggama ku.

"AHHH PAHHHHH OUHHHH"

CR0T. CR0T. CR0T.

Aku muncrat.

Perubahan tubuhku yang menjadi semakin sensitif ini membuat aku selalu mudah untuk pelepasan.

Bahkan aku bisa pelepasan hanya dengan mendengar omongan kotor Papa tentang ku.

"Wow Papa sama Ira emang luar biasa. "

Mama berdecak kala melihat kamera di tangannya.

Sedari tadi ia memang menonton perbuatan c4 b ul suami dan anaknya itu.

Bahkan memvideokannya.

Setelah acara foto p0 rn 0 waktu itu, Mama jadi ketagihan untuk selalu memotret perbuatan c4 b ul ku dan Papa.

Mama bilang aku dan Papa sangat terlihat 3r 0t !$ saat di kamera.

Oleh karena itu, tiap ada kesempatan Mama selalu mengabadikan kegiatan c4 b ul ku dan Papa.

Awalnya aku tidak mau karena merasa malu, namun lama-lama kelamaan menjadi biasa saja.

Bahkan hasil video tersebut sering kali ditonton bersama di ruang keluarga.

"Coba Ma lihat hasilnya" Pinta ku pada Mama yang langsung memberikan kameranya pada ku.

"Makin binal kamu sayang" Ujar Papa yang juga ikut melihat hasil perbuatan mesum kami.

Mendengar hal itu pun aku sontak terkekeh saja karena itu memang benar adanya.

Aku yang awalnya gadis polos yang hanya pernah nonton b0 k3 p, kini berubah 180 derajat menjadi gadis binal yang haus belaian.

Aku sudah tak canggung lagi untuk berpakaian seksi.

Sudah tak canggung lagi untuk menggoda Papa dimanapun jika ada kesempatan.

Sudah semakin berani menggoda Kevin yang kewarasannya semakin menipis tiap kali aku perlihatkan perbuatan c4 b ulku bersama Papa.

Aku juga sudah tak lagi malu untuk mengangkang depan Papa minta dipuaskan.

Bahkan akhir-akhir ini semua perbuatan c4 b ul ini aku yang selalu mulai.

"Ahhh Papahhhh"

Aku menggelinjang.

Desahanku keluar dengan 3r 0t !$ kala tangan besar Papa sudah menggerayangi tubuh seksi ku lagi.

Menyentuh titik-titik sensitif tubuhku yang sudah dihafal oleh Papa diluar kepala.

"Ahhh Pahh ouhhhh" Aku memejamkan mata kala jari tengah Papa maju mundur div 4 g1 n 4 ku yang becek.

Belum lagi jempol Papa yang sesekali membelai kl! t0r !$ ku.

Membuat rangsangan disana dengan membuat gerakan memutar lalu mencubitnya pelan.

Slurppp slurppp

"Ahhh susu kamu enak banget sayanggghh"Ucap Papa disela kenyotannya pada p4y ud4r4 sang anak.

"Nghhh iyaa Pahh gituu ahhhh enakkkk" Erangku tak tahan.

Merasakan betapa liarnya kenyotan Papa pada p4y ud4r4 ku selalu sukses membuat ku senang bukan main karena bagian tubuhku yang satu ini selalu membuat Papa mengerang keenakan.

"Ahhh Pahhh nghh m3 m 3k ku gatel" Ucap ku 3r 0t !$ kala tanganku menekan kepala Papa tuk tenggelam di dadaku.

Kini posisiku sedang duduk dipangkuan Papa dengan kaki mengangkang lebar.

Gesekan pelan v 4 g1 n 4 ku dengan Papa membuat tubuhku meremang minta dipuaskan lagi.

"Pahh ahhh jilatin m3 m 3k ku nghh gatell" Tubuhku meliuk-liuk di pangkuan Papa karena tak tahan oleh rasa gatal di v 4 g1 n 4 ku yang semakin berdenyut.

Mendengar ucapan sang anak, Papa lalu melepas pelukannya pada Ira.

Membuat anaknya itu menatapnya dengan pandangan sayu akibat nafsu yang sudah membara.

"Kamu mau Papa jilatin m3 m 3knya?" Tanya Papa membuatku dengan cepat mengangguk.

"Mau coba hal baru nggak sayang?"

Aku mengerutkan kening, bingung dengan ucapan Papa.

"Apa Pa?"

Tanpa menjawab pertanyaan ku, Papa justru menidurkan dirinya telentang di atas kasur.

Menatapku dengan pandangan berkilat penuh nafsu.

"Sini ngangkang di muka Papa sayang"

Mendengar ucapan Papa, aku bisa merasakan wajahku memerah.

Lalu dengan susah payah aku menelan ludah karena paham apa yang Papa mau.

"Sini kamu ngangkang nanti Papa jilatin m3 m 3k mu, terus kamu jilatin k0 nt 0 l Papa" Papa berucap serak, menatap Ira dengan kilat nafsu yang tidak bisa disembunyikan.

Aku yang mendengar ucapan Papa pun dengan perlahan memposisikan tubuh.

Mengangkangi tubuh Papa dengan membelakangi wajahnya.

Membuat wajah Papa berhadapan langsung dengan punggung dan bokong ku.

"Nungging sayang"

Aku menurut, lalu menungging diatas Papa dengan paha terbuka lebar.

Membuat Papa dengan jelas bisa melihat v 4 g1 n 4 ku yang merekah.

"Jilatin m3 m 3k ku Pah engg udah gatel dari tadi" Ucapku liar.

Lalu perlahan kuturunkan bokong ku sampai v 4 g1 n 4 ku menyentuh bibir seksi Papa.

Mendengar permintaan binal anaknya itu, Papa dengan segara memegang pantat Ira lalu menariknya supaya semakin mendekat ke arah bibirnya.

"Ahhh Pahhhh"

Aku mulai mendesah pelan.

Menikmati liarnya jilatan Papa div 4 g1 n 4ku.

"Nghhh Pahhh ouhhhh" Aku merem melek ketika Papa mengemut dan menghisap v 4 g1 n 4ku.

Lalu ku labuhkan tanganku untuk mengocok p 3n ! $ Papa yang tegak di depan wajahku.

"Ahhh ahhhh Pahhh ouhhhhh.  "

Mendengar desahan 3r 0t !$ sanga anak, dan kocokan dip 3n ! $nya, Papa lalu dengan semangat menyedot v 4 g1 n 4 Ira.

Lalu ia melesakkan lidah basahnya menerobos masuk liang senggama Ira.

"Ouhhh Pahhh ahhhh. "

Aku menggelengkan kepala lalu semakin merendahkan bokong ku ketika lidah Papa menjilati kl! t0r !$ku.

Aku yang sedang mengulum p3 n ! $ Papa sontak melepaskan kulumanku karena sensasi geli dan juga nikmat di seluruh tubuhku.

Membuat tangan dan mulutku seketika tak bertenaga untuk memanjakan p 3n ! $ Papa.

Aku tidak sanggup untuk mengocok juga mengulum p 3n ! $ Papa dengan posisi seperti ini.

Aku merasa bahwa posisi ku saat ini sangat 3r 0t !$.

Karena biasanya wajah Papa yang selalu di depan v 4 g1 n 4 ku yang mengangkang.

Tidak seperti ini, di mana aku yang justru mengangkangkan v 4 g1 n 4 ku di wajah Papa.

"Ahhh Pahhh ouhhh enakkk ahhhh" Desah ku nyaring menikmati jilatan lidah basah Papa di v 4 g1 n 4 ku.

Menikmati jilatan Papa, aku lalu melirikan mata pada Mama yang sedang duduk di sofa kamar sambil menyusui Aksa dengan mata yang tak lepas menonton ku dan Papa.

Mama yang melihat anak dan suaminya melakukan 69 di depan matanya pun sudah bergairah penuh nafsu.

Ditambah dengan sensasi geli pu t! n gnya dihisap oleh sang anak, sukses membuat seluruh tubuh Mama meremang.

"Ahhh ahh Pahhh uhhhh enakkkk ahhh" Aku semakin tak tahan untuk mengeluarkan desahan kala permainan lidah Papa di v 4 g1 n 4 ku semakin liar.

Papa menjilat liang senggama Ira semakin ganas.

Lalu menyesap kl! t0r !$ pink anaknya.

Membuat Ira kelojotan di atasnya.

"Ouhhhhh Paahhhhhh ahhhhh akuu mauu keluarr lagiii ahhhhhhh" Aku menjerit merasakan pelepasan ku semakin dekat.

Lalu ku rendahkan bokong ku semakin ke bawah dan turut menggunakannya pelan.

Membuat v 4 g1 n 4 ku semakin menempel dan sedikit menggesek wajah dan mulut Papa.

Papa yang mengerti dengan gelagat tubuh anaknya yang sudah mendekati pelepasan itu pun dengan cepat memasukan lidahnya ke lubang v 4 g1 n 4 Ira.

Menari-narikan benda tak bertulang itu dilubang surga putri kandungnya.

"Nghhh Pahhhhhh ouhhhh m3 m 3k kuu ahhhh ahhhh mau keluarrrr ahhhh"

Mendengar jeritanku yang semakin keras, Papa tak mengindahkan dan malah memperganas sedotannya di v 4 g1 n 4ku.

Membuat aku dengan cepat memuncratkan cairan ku yang berlendir.

Cr0t Cr0t Cr0t

Aku keluar. Tubuhku bergetar hebat merasakan pelepasan yang entah keberapa kali

"Pahh enghhh nooo noo ahh aku baru keluar ahhhh"

Aku menekuk jari kaki ku ketika Papa tak menghentikan hisapannya kala aku sudah pelepasan.

Papa justru menggerakan lidah dan bibirnya semakin buas.

Menyedot semua cairan cinta yang sudah putri kandungnya itu keluarkan. 

"Ahhhh ahhh Pahhhhh nooo ouhhhh"

Aku merem melek. Menjerit dengan keras ketika Papa menahan bokongku.

Membuat aku tidak bisa bergerak kemana-mana dan hanya bisa mendesah dan menerima segala jilatan juga hisapan Papa pada bagian sensitifku.

Sumpah demi apapun.

Tubuhku rasanya geli semakin parah dan bahkan bisa kurasakan aku akan kembali pelepasan.

"Ahhhh Pahhh ouhhhhh m3 m 3k akuuu enghhh ahhh mau keluar lagiii ahhhhhh PAHHHHHH"

Aku menjerit keras ketika cairan berlendir kembali keluar dari v 4 g1 n 4ku.

Berkali kali lipat lebih banyak dari semua cairan cinta yang hari ini sudah aku keluarkan.

CR0T. CR0T. CR0T.

SYURRRR

Fuck.

Papa mencengkeram bokong Ira erat kala melihat cairan bening seperti air mancur keluar dengan deras dari v 4 g1 n 4 anaknya.

Membasahi wajah hingga dagunya.

Ira squ! r t! Ini pertama kali anaknya mengalami squ! r t hebat seperti ini.

Cr0t. Cr0t. Cr0t. Currrrr…

Tubuhku bergetar.

Aku bisa dengan jelas merasakan betapa banyaknya cairan cinta yang aku keluarkan.

"Enghh Pahhh" Aku mengerang kala merasakan jari Papa mengorek v 4 g1 n 4 ku.

Seakan ingin membuat semua cairan ku keluar dari sarangnya.

Aku lalu menolehkan kepala.

Menatap Papa yang tanpa kedip memandang v 4 g1 n 4 ku yang masih mengeluarkan cairan cinta.

Papa menyeringai.

Sebuah kejutan luar biasa ketika anaknya itu ternyata bisa terkencing-kencing seperti tadi.

Papa tahu bahwa tubuh anak kandungnya itu menjadi semakin sensitif akhir-akhir ini.

Oleh karena itu Papa senang sekali menggoda Ira ataupun sebaliknya.

Membuat anaknya itu selalu terangsang dan bergairah adalah pekerjaan tambahan Papa belakangan ini.

Tapi Papa tidak menyangka bahwa kesensitifan tubuh anaknya itu sampai bisa membuat Ira mengeluarkan squ! r t.

Benar-benar sebuah kejutan tak terduga.

Hahh ahhh hhahh

Aku mengatur nafas.

Mengambil pasokan oksigen sebanyak-banyaknya kala tubuhku sudah telentang disamping Papa.

Ketika tubuhku diangkat untuk duduk bersandar di dada tubuh Papa, aku mendongak menatap Papa dan menyadari bahwa wajah tampan Papa basah karena cairan cintaku tadi.

"Ira tadi squ! r t Pah?" Tanya Mama yang matanya tak luput menontoni kegiatan c4 b ul dua orang di atas kasur.

Mama lalu bangkit dari duduknya sambil menimang Aksa yang masih asik menyedot pu t! n gnya.

Melihat semakin dekat bagaimana v 4 g1 n 4 anaknya itu merekah sempurna memperlihatkan cairan cinta yang membuat v 4 g1 n 4 anaknya itu mengkilat.

"Wow Mama nggak nyangka kamu bisa squ! r t sayang"

Mendengar ucapan Mama, wajahku memerah malu.

Lalu dengan cepat aku menelusupkan wajahku di dada bidang Papa yang sedang kusenderi.

Papa yang melihat anaknya malu itu pun sontak mengelus rambut Ira.

Lalu menyeringai menatap istrinya yang sedang menahan senyum.

"Emang Ira itu anak kamu banget ya Mah" Celetuk Papa menatap istrinya yang sudah kembali duduk di sofa.

"Iya emang kan Pah,  cuma anak gadismu itu versi yang dua kali lipat lebih montok daripada Mamanya" Ujar Mama dengan kekehan geli.

Entah ngidam apa Mama dulu sampai bisa melahirkan anak seksi seperti Ira yang jika di hiperbolakan bisa meruntuhkan kerajaan.

Punya suami tampan nan gagah juga anak gadis yang seksi serta rupawan membuat Mama selalu bersyukur dalam hati.

Mama bahkan merasakan bahwa hidupnya sudah sempurna.

Ditambah dengan fantasi gilanya yang sudah mengotori pikiran anak dan suaminya itu, membuat hari-hari Mama lebih berwarna.

Mendengar desahan 3r 0t !$ anak dan suaminya itu setiap hari seakan menjadi dopamin tersendiri bagi Mama tuk menjalani hidup.

Belum lagi hasratnya yang juga selalu terpuaskan oleh suaminya.

Walaupun Papa selalu bermain dengan Ira, tapi Papa juga tak pernah lupa untuk memberikan Mama kepuasan dan kenikmatan duniawi.

"Enghhh Pahhh" Aku mengerang lirih kala tangan Papa  kembali  bergerilya di  dadaku.

Meremat-rematnya pelan dengan sengaja untuk melihat bagaimana pu t! n g dadaku yang mencuat mengeluarkan asi.

"Kamu sengaja ya hm hari ini goda Papa? Udah nggak sabar m3 m 3knya Papa jebol iya?" Papa berbisik lirih setelah lidah basahnya bermain ditelingaku.

"Udah siap emang hmm m3 m 3k peret mu itu Papa buat longgar?"

"Udah nggak sabar kamu mau ngedesah keenakan karena m3 m 3knya Papa sodok pake k0 nt 0 l?"

Papa berucap frontal.

Dengan sengaja membuat anak gadisnya itu semakin blingsatan karena rangsangan.

PLAK

"Ahhh Pahhh"

Aku mengerang ketika Papa menampar v 4 g1 n 4 ku.

Sedikit sakit namun membuatku semakin bergairah.

Bisa kurasakan juga bagian sensitif itu semakin berkedut minta dipuaskan.

"Ngerasa nggak kalau kamu makin binal hm? bikin Papa jadi makin nggak sabar buat ngent0tin kamu.?"

"Nghhh iyaa ahh Paaah enghhhh m3 m 3k ku udah gatel"

"Ahhhh aku enggh udah nggak sabar dient0t pake k0 nt 0 l Papa" Aku mendesah.

Membalas ucapan Papa dengan tak tahu malu ketika merasakan v 4 g1 n 4nya kembali disodok pake jari.

"Beneran udah nggak sabar kamu ya sayang, pake jari Papa aja udah ngejepit banget gini becek banget lagi kamu"

"Ahhh Pahhh akuu enghh mau keluarrr ahhhhh fasterrrrnghh" Pahaku semakin ku buka lebar.

Memberikan akses yang lebih leluasa untuk jari Papa mengobrak-abrik v 4 g1 n 4 ku.

"Dasar jalang. M3 m 3knya baru dient0t pake tangan aja udah mau muncrat"

"Nghhh Pahh uhhh akuu nggak tahannnn enghhh" Tubuhku menggigil dengan v 4 g1 n 4 yang semakin berdenyut tanda pelepasan.

"Ahhhhh Pahhhh" Tak lama setelah itu getaran orgasme ku datang.

Tubuhku sedikit tersentak karena pelepasan yang lagi-lagi banyak.

Cr0t. Cr0t. Cr0t. Cr0t.

Bisa kurasakan cairan ku menyembur membasahi jari dan sprei yang ku tiduri.

Aku lalu membetulkan posisi tubuhku, bersandar pada kepala kasur untuk bisa melihat bagaimana v 4 g1 n 4 pink ku merekah mengeluarkan lendir kenikmatan.

Slurppp slurpppppp

Aku lemas bukan main.

Hanya bisa pasrah dengan meremas rambut Papa yang sedang menjilat dan memakan habis cairan kenikmatan yang tadi kukeluarkan.

"Enghh Pahhh"

Aku menggigit bibir.

Menatap sayu ke arah Mama yang sedang duduk di sofa kamar.

Tepat di depan kasur.

Sedang menimang Aksa yang ternyata belum memejamkan mata.

Mama yang gairahnya sudah membumbung tinggi pun sontak mengangguk.

Mengiyakan segala pemikiran liar yang ada dibenak putri kandungnya.

"Enghhh Pahhh ahh akuuu enghhh lemes" Lirihku ketika merasakan lidah Papa semakin brutal.

Slurppp slurpppppp

Papa mendongakan kepala, menyeringai penuh nafsu melihat penampilan Ira yang seksi.

Tubuh penuh keringat dengan rambut yang berantakan.

Belum lagi mata sayunya yang menampilkan gairah liar.

Sungguh. Anaknya itu memang terlahir untuk menjadi dewi kenikmatan.

Papa lalu menengokan kepala.

Menatap istrinya dengan pandangan bermakna.

Paham bahwa istrinya itu setuju untuk ia menjebol gawang Ira, Papa dengan mata berkilat menatap v 4 g1 n 4 merekah anaknya.

Jika ditanya apakah Papa ingin menjebol selaput dara anaknya tentu jawabannya adalah IYA.

Sudah dari jauh-jauh hari Papa menahan hasratnya untuk mengent0ti anak gadisnya itu.

Membuat kewarasannya selapis demi selapis hilang ditelan nafsu.

Jadi, melihat kesempatan berharga ini, tentu Papa tidak akan menyia-nyiakan.

Akan ia buat anaknya itu menjerit penuh kenikmatan merasakan sodokan p 3n ! $nya.

Papa akan ajari Ira bagaimana kenikmatan duniawi yang sebenarnya. Membuat putri kandungnya itu akan selalu minta lagi dan lagi.

"Kamu udah siap sayang?" Tanya Papa menatap anaknya.

Aku yang sudah direbahkan dengan posisi nyaman diatas kasur pun sontak menggigit bibir.

Lalu melirik Mama yang berdiri di pinggir kasur.

Ingin melihat secara jelas bagaimana p 3n ! $ besar suaminya menggagahi anak gadisnya.

Jujur, walaupun aku memang sudah tak sabar namun ada setitik rasa gugup yang melanda.

Apalagi ia mengingat perkataan tiga temannya yang mengatakan bahwa bersetubuh untuk pertama kali itu rasanya sedikit sakit.

Ditambah ukuran p 3n ! $ Papa yang sangat besar.

Membuat ku sedikit takut apakah benda besar itu mampu masuk ke liang senggamaku?

Mama yang melihat raut gugup anaknya pun hanya tersenyum menenangkan.

"Rileks sayang, sakitnya cuma diawal aja kok"

Aku memejamkan mata, lalu mengatur nafas sebelum menganggukan kepala.

Membuat Papa yang gairahnya sudah menggelora tersenyum penuh arti.

"Nghh Pahh"

Aku mengerang ketika Papa melebarkan pahaku.

Menempatkan p 3n ! $ tegaknya itu di depan liang senggama milikku.

"Ahhh Pahhh uhhh"

Aku menekuk jari jemari kakiku.

Merasakan bagaimana p 3n ! $ tegak Papa perlahan mulai masuk ke dalam lubang sempit ku.

Fuck. Anjing.

Papa   mengumpat dalam hati kala merasakan kepalanya pening akibat lubang peret sang anak.

Anjing. Kenapa makin peret gini bangsat.

"Ahhh Pahhh enghhh sakitt" Aku mencengkram sprei kasur ketika p 3n ! $ Papa masuk sedikit ke dalam lubangnya.

Walaupun sudah sering Papa melakukan hal itu tapi tetap saja rasa sakit dan perih itu masih ada.

"Pelan-pelan Pah kasian anakmu itu" Ujar Mama pada suaminya yang wajahnya itu sudah memerah.

Mama yakin seratus persen bahwa suaminya itu sudah tak tahan untuk menjebol v 4 g1 n 4 sang anak tanpa ampun.

Namun, karena Mama tidak mau Papa memberikan kesan yang buruk ketika menyetubuhi Ira pertama kali, jadilah ia memperingati suaminya itu untuk berbuat lembut.

Shit.

Papa mengerang menahan nikmat.

Sudah tak sabar ia ingin menghentak p 3n ! $nya masuk ke liang senggama anak.

Papa merendahkan tubuhnya.

Mendorong p 3n ! $nya semakin masuk ke dalam v 4 g1 n 4 Ira.

"Ahhh Pahhh perihhhhhhh" Aku memejamkan mata. Merasakan tubuhnya seakan sedang dibelah dua.

"Enghhh Pahhh ahhhh m3 m 3k ku kaya dirobekk enghh sakittt"

Papa memajukan badan, mengecup kening anaknya lembut.

"Tahan ya sayang enghhh Papa baru masuk ujungnya aja"

"Ahh Pahhh enghhh sakitttt uhhhh"

Papa memejamkan mata, "Kamu boleh cakar Papa kalau kamu sakit ya"

Papa berujar kala p 3n ! $nya semakin ia dorong masuk dan tak lama ia merasakan penghalang pada v 4 g1 n 4 anaknya.

"Tahan ya anak Papa" Papa berbisik lirih.

Setelahnya Papa menyentak kuat pinggulnya.

Mendorong keras p 3n ! $nya untuk merobek selaput dara putri kandungnya.

Anjing. Babi. Bangsat.

Papa mengumpat dalam hati.

Meremat kedua tangannya ketika p 3n ! $nya sudah masuk keseluruhan di lubang perawan sang anak.

"AHHHH PAPAHHHH SAKITTTT HIKSS" Aku menjerit.