A A

Kevin bertanya lirih.

Lalu merambatkan tangannya naik ke atas.

Mengelus perut rata dan pinggiran p4 yud4 r4 sekal pacarnya.

Sengaja menggoda supaya membuat perempuan binal di pangkuannya ini gelisah minta dipuaskan.

"Kamu mau apa by hm?"

"Papa biasanya ngelakuin apa sama kamu kalau kamu lagi becek gini hm?"

"Ahh sayang..." Aku mengerang kala put 1ng dada ku disentil pelan oleh Kevin.

Membuat tubuhku semakin meremang minta dipuaskan.

Kevin meremas pelan p4 yud4 r4 sekalku, lalu menekan put 1ng tegak ku sampai membuat ku geli tak karuan.

"Ahhh by geliiihhhh..."

"Jawab sayang... kamu udah diapain aja sama Papa hm?" Kevin bertanya lagi.

Dengan sengaja membawa nama Papa supaya gairahnya semakin bangkit.

"Ahhh Papahh udah pernah ngenyot t3 t3 ku by nghhh..." Ucapku lirih.

Lalu ku busungkan dada ku sebagai kode bahwa aku ingin Kevin bermain dengan p4 yud4 r4 ku.

Bisa ku lihat mata Kevin sudah berkabut nafsu.

Lalu dengan berani aku membuka kaos putihku dengan cepat.

Membuat tubuhku setengah telanjang hanya terbalut celana dalam putih.

"Ayoo byy hhh hisap put 1ng ku" Aku merengek.

Lalu menyodorkan p4 yud4 r4ku ke depan mulut Kevin.

Menjejalkan put 1ng ku yang semakin gatal di bibir Kevin.

"Ahhh..." Aku mendesah sendiri tatkala put 1ngku bergesekan dengan bibir Kevin.

Lalu ku lirikan mata pada Kevin yang sedang bergairah menatap p4 yud4 r4 sekal ku.

"Cantik. Punya kamu cantik banget sayang...." Puji Kevin ketika melihat betapa luar biasanya p4 yud4 r4 Ira.

Besar, bulat, padat, putih, dengan pucuk berwarna pink menggoda.

Wajah ku merona, lalu ku ambil tangan kanan Kevin tuk meremas p4 yud4 r4 ku.

"Remes sayang nhhh... kamu nggak mau ngerasain punya ku yang udah diremes Papa enggh..."

Aku memejamkan mata kala tangan Kevin sudah meremas-remas p4 yud4 r4 ku.

Lalu memilin put 1ngku yang menegang.

"Ahhh sayang.  "

Aku m3m 3 kik nyaring kala Kevin dengan tiba-tiba menghisap put 1ng dada ku keras.

Membuat ku merasakan rasa geli bercampur nikmat.

"Ahhh ahhh sayang..." Aku terus mendesah.

Menekan kepala Kevin untuk tenggelam di dada montoknya.

"Ahh ahhh byyyy ahhhh... enakkk ahhh. "

Aku mendesah, lalu semakin bergerak-gerak er 0t 1s kala merasakan v4g 1n4 ku semakin berkedut dan sudah semakin becek.

"Ah ah ahh sayang.  mainin m3m 3 k ku ahhh gatelll enghh" Pintaku pada Kevin.

Lalu ku tuntun tangan kekar Kevin tuh menyapa kembali bagian tubuh ku.

"Ahhh babyyyhh" Aku meliukan tubuh kala Kevin mencubit kl1 t0r 1s ku dari luar celana dalam yang ku pakai.

"Gini sayang hm? Kamu mau m3m 3 knya aku mainin gini iya nnhhh?"

Kevin melepas kulumannya dari p4 yud4 r4 Ira.

Sengaja untuk melihat raut seksi pacarnya yang dari tadi sibuk mendesah. 

Seksi.

Pacarnya itu benar-benar sebuah godaan iman bagi setiap laki-laki.

"Ahhh ohhhh sayang" Aku semakin kelojotan kala Kevin menyingkirkan cd ku ke samping.

Lalu mulai menusukkan jari tengahnya ke dalam liang senggama ku

Menusuk-nusuknya pelan di sana tanpa ada niatan untuk masuk.

"Ahh byy masukinnn nghh..." Aku menggeliat, memajukan pinggangku supaya jari tengah Kevin bisa melesak masuk ke liang senggama ku yang semakin becek.

Aku menggigit bibirku, menahan rangsangan jari Kevin yang sibuk mengelusi sekitar lubang v4g 1n4nya.

Lalu sesekali mencubit-cubit pelan kl1 t0r 1snya.

"Ahhh sayang..."

Aku merengek, bagian bawahku sudah sangat gatal.

"Sayang..." Rengek ku dengan mata sayu.

Menatap Kevin dengan wajah berkabut nafsu.

Berharap bahwa pacarnya itu paham bahwa ia ingin segera dimasuki. Ingin segera dipuaskan.

"Kenapa sayang hm?"

Namun, Kevin yang masih ingin melihat raut sayu pacarnya yang sedang merengek itu justru pura-pura  tak  paham.

Malah  mengangkat tangannya yang lain lalu membingkai wajah cantik pacarnya yang mendadak binal ini.

"Byyy ahhh..." Aku yang sudah frustasi pun mulai menggerakan bokong ku.

Menggesekan v4g 1n4 berkedut ku pada celana jeans yang dikenakan pacarnya itu.

Membuat sensasi geli namun juga enak.

Melihat tingkah binal pacarnya itu, Kevin terkekeh pelan.

Lalu ia belai penuh sayang wajah cantik Ira.

"Kenapa kamu jadi binal gini hm?" Bisik Kevin pelan di depan bibir Ira.

"Enghhh kan gara-gara kamu by emmhh..." Jawabku setelah menjulurkan lidah untuk menjilat bibir Kevin.

Aku yang merasa bahwa Kevin masih ingin bermain-bermain dengan ku sontak mengikuti ritme.

Mengikuti apapun keinginan pacarnya karena aku tahu kalau Kevin pun sudah sama bergairahnya dengan ku.

Walau di awal sempat tersiksa karena Kevin yang tak kunjung memberiku kepuasan, namun melakukan dirty talk dengan posisi  duduk mengangkang lebar dan telanjang bulat juga memberi ku rasa kepuasan tersendiri.

Apalagi aku bisa melihat jelas mata berkabut Kevin yang penuh nafsu.

Sleepy eyes Kevin semakin terlihat seksi di mata ku saat ini. Belum lagi jakun Kevin yang bergerak naik turun.

Karena gemas, ku labuhkan jemari ku tuk mengelus jakun Kevin, lalu ku berbisik lirih.

"Semenjak kamu bilang kalau sering ngebayangin aku ng 3n t0 t sama Papa bikin kamu ter 4ngs4 ng, aku juga jadi ngebayangin itu by"

"Aku jadi ngebayangin juga gimana rasanya ng 3n t0 t sama Papa kandung ku sendiri."

"Terus tiap aku nonton b0k 3p yang dikirim Wulan, aku juga jadi ngebayangin kalo itu aku sama Papa. Aku yang lagi ngangkang, terus Papa nyodok m3m 3 k ku kenceng."

"Terus aku ngedesah kenceng pas m3m 3 k ku muncrat karena dik0 nt 0lin Papa by..."

"Ahhhh"

Ditengah-tengan racauan kotor ku, aku m3m 3 kik kencang kala merasakan jari Kevin melesak masuk ke dalam lubang ku yang sudah becek.

Ku lirikan mata ke bagian bawah, melihat bagaimana jari panjang pacarnya itu bergerak keluar masuk v4g 1n4nya dengan perlahan.

"Nghh sayang..." Aku menggeliat, lalu menatap wajah Kevin yang masih datar namun sarat akan nafsu.

"Lanjutin sayang... lanjutin cerita kamu tentang Papa." Ujar Kevin dengan suara serak.

Gairahnya sudah membungbung tinggi kala pacarnya itu membawa nama Papa ditengah kegiatan mereka saat ini.

"Ahh ahhh sayang..."

Tubuhku meliuk-liuk di pangkuan Kevin karena sodokan jarinya yang pelan di bawah sana.

Walau begitu, aku justru pusing bukan kepalang karena merasakan lebih detail bagaimana jari pacarnya itu bergerak di bawah sana.

Menyodok-nyodok dan menggaruk pelan bagian dalam v4g 1n4nya.

"Terusin by... aku suka banget denger kamu ceritain tentang Papa."

Aku yang mendengar permintaan Kevin lagi pun dengan cepat mengangguk.

Paham kalau pacarnya itu akan lebih bergairah jika ia turut membawa nama Papa di sesi make out pertama mereka.

"Ahhh akuu sama Papa kemarin foto by, nghhh foto porno" Bisik lu lirih di telinga Kevin.

Tubuhku semakin gelisah karena kini dua jari Kevin sudah masuk ke liang senggama ku.

"Ak akhuu nghh foto telanjang sama Papa nhhh terus ahh terusss Papa nyodok m3m 3 k ku by AHHHHHHH..."

Nafasku memburu. Aku m3m 3 kik kencang kala Kevin menggerakan jarinya begitu cepat.

Sangat kontras dengan apa yang tadi ia lakukan.

"Nghhh gini sayangg hm? Papa nyodok m3m 3 k kamu kaya gini iya?"

"Ahh ahh iyaaa sayang nghh faster ahh ahhh"

Aku lantas memejamkan mata.

Meresapi kenikmatan yang sedari tadi ku cari dengan mulut yang sesekali mengeluarkan desahan lirih.

"Ahhh ahhh, Vinnn ahhh akuuu ahh mau keluarr nghh" Ku gerakkan bokong ku seirama dengan sodokan jari Kevin.

Berharap bahwa jari panjangnya itu semakin melesak masuk ke dalam vagins ku.

"Ahhh ahh sayang emmmm p3n t1l ku gatel ahhh..."

Mendengar racauanku Kevin dengan cepat memasukan put 1ng tegak milik ku ke dalam mulutnya.

Menghisap nya rakus lalu memainkan lidahnya di dalam sana.

"Ahh ahh Vinnn emmm kamu tahu nggak" Nafasku memburu.

Membuat kalimat yang mau aku lontarkan jadi terputus-putus.

"Engg kenapa sayang?"

"Emhhh ahh ak-akuu nghh tete ku nanti bakal keluar asi by ahhhh"

"Akuuu nghh bakal ngelakuin induksi laktasi hhhh terus nyusuin adek ku sama Papa nanti ahhh"

"Kamu mauu nggak by minum susu punya ku nanti enghhh?"

Clok..

Clok..

Clok...

Kevin menambah jarinya di dalam lubang sang pacar.

Mendengar bahwa perempuan yang sedang ia sodok lubangnya ini akan mengeluarkan asi sukses membuat senjatanya makin menegang.

Fuck.

Kevin menggeram dalam hati.

Membayangkan pemandangan er 0t 1s dimana pacarnya itu akan menyusui adik dan Papa kandungnya sendiri sukses membuat fantasi liar Kevin semakin menggila.

"Ahh ahhhh"

Slurppp

 slurpppp

Aku semakin menekan kepala Kevin untuk tenggelam di dada ku.

Sensasi sodokan tiga jarinya di liang senggama ku serta hisapan pada p3n t1l ku sukses membuat tubuhku meremang hingga membuat kepala ku pening.

"Ahhh ahh Vinnn engggh ak aku mau keluar ahhh ahhh"

Lalu tak lama tubuhku mengejan dengan cairan yang tumpah membasahi jari-jari Kevin di bawah sana.

"Ahh... sayang." Kurebahkan tubuhku dalam pelukan Kevin.

Lemas karena jari-jari Kevin yang masih menggaruk bagian dalam v4g 1n4 ku.

Seakan-akan mau semua cairan milik ku tumpah ke tangannya.

"Enak hm?" Tanya Kevin lirih di telingaku.

Lalu ia elus rambut pacarnya yang basah oleh keringat.

"Hmmmm iyaa." Aku memejamkan mata.

Merebahkan kepala di pundak Kevin.

Menikmati sisa-sia pelepasannya yang membuat lemas namun juga puas.

"M3m 3 k kamu rapet banget sayangnhhh aku ngerasain pake jari aja udah enak banget"

"Emhhh iyaa ahh Papa nghh juga sering bilang gitu ke aku"

"Hmm? Bilang gimana sayang?"

"Enghh iyaa bilang kalau m3m 3 k ku katanya rapet bangethhh bikin Papa nggak sabar masukin k0 nt 0lnya ke m3m 3 k ku gitu"

"Ahhh sakit" Aku m3m 3 kik kala put 1ngku dicubit.

"Nghh ahhh sayang" Kutenggelamkan wajahku di leher Kevin.

Menikmati sodokan tangannya yang sudah kembali memasuki v4g 1n4 ku.

"Emhh kamu mau nggak by m3m 3 knya dik0 nt 0lin Papa hm?"

"Ahhh sayang ahhh jangan cepet cepet dulu byy ahhhh aku masih lemess" Aku menggelengkan kepala.

Lalu ku gigit pelan pundak Kevin tuk meredam desahanku.

"Ahh ahhh sayang kamuu emhh emang nggak mau ngontolin m3m 3 k ku? Kamu nggak mauu emang ahhh nyodok m3m 3 k ku by?" Tanya ku frontal.

Lalu ku remas p3n 1 s tegang Kevin dari balik celana jeans yang sudah menyembul.

"Emhh yanghh ahhh"

Kevin mengerang kala p3n 1 snya diremas tadi.

Sebagai balasan, ia gerakan jari jarinya semakin cepat.

Membuat lubang v4g 1n4 pacarnya itu semakin berkedut-kedut tanda pelepasan.

Ughh gila.

"Enghh nantii sayanggg, aku bakalin nyodok kamuu emhh pas kamu udah diperawanin Papa"

"Ahh ahhh kamu emang nggak mau jadi yang pertama by? Nghhh sekarang juga aku mau kalo kamuu mau jebolin akuu enghhh" Racau ku gila.

Sensasi kenikmatan yang Kevin berikan sukses membuat saraf-saraf kewarasannya semakin lumpuh.

Sudah merasakan dua jari berbeda menyodok v4g 1n4nya namun dengan sensasi nikmat yang sama  membuat ku jadi semakin penasaran.

Bagaimana rasanya nanti jika v4g 1n4nya disodok p3n 1 s Papa maupun Kevin?

Ughhh... apakah benar-benar akan senikmat yang ketiga temannya itu bilang?

"No sayang. Aku hh mau kamu diperawanin Papa dulu hhh" Bisik Kevin.

Lalu ia memainkan jarinya memilin put 1ng pacarnya.

Menambah rangsangan pada tubuh molek Ira.

"Ahh ahhh yanggg enghhh kamuu emangg ah nggak papa dapet aku yang udah nggak seggel hmm?"

"Nggak papa by engh aku justru makin bergairah kalau dapet kamu yang udah di jebol Papa hhh"

"Nghh ngebayangin kamu ngedesah sakit terus ngangkang di bawah tubuh Papa yang lagi merawanin kamu buat aku makin bergairah by mmm"

"Terus ahh kamu ngedesah seksi pake mulut binal mu itu pas Papa udah ngegenjot k0 nt 0lnya di m3m 3 k kamu"

"Ahhh ahhh ahhh.  "

"Ahhh Fuck kamu pasti seksi banget nanti sayang. Tubuh seksi kamu itu keliatan pas banget kalo dibawah Papa"

Kevin mengumpat sendiri.

Racauan frontal yang tadi ia keluarkan justru membuatnya semakin bergairah.

"Ahhh ahhh sayangg ahhh aku mau muncratt ahhh kamu kencengg bangettt enghhhh"

"AHHHHHHH FUCKKK" Aku mendongak dengan mulut terbuka kala jari Kevin menusuk lubangnya sangat cepat.

Belum kl1 t0r 1snya yang menjadi bulan-bulanan jempol Kevin.

"Ahh yangg ahhh keencengg bangettt ahh aku mau muncrattt enghhhmm."

Kevin dengan susah payah menelan ludah kala melihat tubuh Ira yang meliuk er 0t 1s di pangkuannya.

Melihat wajah memerah penuh keringat pacarnya sukses membuatnya semakin terlihat seksi.

"AHH AHHH SAYANGG AHHHHH"

Tubuhku lemas.

Badan ku mengejan lalu tak lama pelepasan ku datang.

Cr0t. Cr0t. Cr0t.

"Ahhh sayang" Ku pejamkan mata menikmati orgasme kedua ku dengan jari Kevin.

Kevin yang melihat tubuh pacarnya itu lemas pun sontak mendekapnya hangat.

Tangannya mengelusi penuh sayang punggung telanjang Ira.

Cup. Cup.

Dikecup leher pacarnya itu.

Lalu ia hirup aroma tubuh dari Ira yang memabukkan.

"Yang kamu nginep sini yahh?" Pinta ku pada Kevin yang telah merebahkan tubuh telanjangku di atas kasur.

Shhh... aku mendesis lirih kala Kevin membersihkan cairanku menggunakan tisu.

Mengelapnya pelan namun sesekali ia gesekan jarinya di bawah sana.

"Emhh please kamu nginep ya by?"

Kevin mendongakan kepala.

Menatap pacarnya yang sedang memperlihatkan raut puppy eyes yang menggemaskan.

Sangat kontras dengan tampang binalnya tadi saat sedang keenakan.

"Ya ya ya by? Aku udah bilang Mama kok kamu boleh nginep disini" Ku katupkan dua tangan ku di depan dada.

Menatap Kevin dengan pandangan memohon yang tak mungkin bisa ditolak.

"Hmm..."

Aku m3m 3 kik senang kala pacarnya itu berdehem dengan kepala dianggukan.

Ini bukan pertama kalinya Kevin menginap di rumah ku.

Tapi, ini pertama kalinya pacarku menginap setelah hubungan kami berubah menjadi sedikit liar.

"Nih tapi kamu makan dulu by kamu katanya laper tadi."

Aku menurut.

Lalu masih dengan tubuh telanjang.

Aku mendekati Kevin yang sedang merapikan makanan di meja yang tak jauh dari kasur.