Jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
Aku baru saja sampai di rumah setelah di paksa
lalu diantar pulang oleh Papa dari rumah sakit.
Mama mau melahirkan.
Tadi selepas makan malam, Mama mengalami kontraksi
yang membuatnya mengeluh sakit.
Oleh karena itu Papa langsung membawa Mama ke rumah
sakit.
Setelahnya, Dokter mengatakan bahwa Mama sudah
pembukaan pertama dan sebentar lagi akan melahirkan.
Aku senang sekali.
Karena sebentar lagi aku akan memiliki adik bayi
yang diam-diam telah lama aku inginkan.
Namun yang membuat aku dan Papa pusing adalah permintaan
Mama yang mau melahirkan dengan normal dan tidak mau operasi sesar.
Walaupun kata Dokter memang masih memungkinkan
Mama untuk melakukan persalinan normal.
Namun, Papa yang takut terjadi apa-apa pada Mama
justru menginginkan Mama untuk melakukan operasi saja.
Namun, lagi-lagi Mama menang.
Membuat Papa harus mengalah dah mengizinkan Mama
untuk melakukan persalinan normal.
Setelah perdebatan alot itu, Mama dan Papa menyuruhku
pulang ke rumah karena besok aku masih sekolah.
Awalnya aku menolak mentah-mentah.
Namundengan pasrah aku iyakansetelah Mama menangis
kencang.
Membuat ku jadi tak rela melihat wajah sedih Mama.
Dan disinilah aku sekarang. Di kamar ku yang sudah
lama tak ku tempati untuk tidur.
Sepi.
Saking sepinya rumahku, suara detikan jam yang
menggantung di kamar ku bahkan bisa ku dengar dengan jelas.
Shhh...
Aku meringis, merasakan perut ku yang tiba-tiba
nyeri.
Pertanda tamu bulanan ku akan kembali datang.
Lalu ku lihat jadwal tamu bulanan ku dan benar
saja.
Antara besok atau lusa menstruasi ku pasti akan
datang.
Shhhh...
Aku bergelung di atas selimut. Meremat perut ku
yang sedikit nyeri.
Belum lagi kantuk yang tak kunjung datang membuat
ku terjaga sepenuh raga.
TING... TING...
Di tengah usaha ku mencoba memejamkan mata, ponsel
ku yang sedang diisi daya berbunyi.
Menandakan ada pesan masuk.
Aku hanya melirik sekilas, lalu tetap memejamkan
mata mencoba tidur.
TING... TING...
Shit.
Siapa yang malam-malam begini mengirimnya pesan?
Tidak mungkin Kevin.
Karena pacarku tadi bilang ia sedang balapan.
Nggak usah kaget.
Sama seperti ketiga temanku yang lain. Kevin juga
merupakan remaja yang hidupnya bebas dan liar.
Namun tetap tahu aturan dan tidak pernah bermacam-macam
padaku.
Selain karena ia tinggal disini sendiri karena
orang tuanya di luar negeri.
Kevin adalah sosok social butterfly yang mudah
akrab dengan siapa pun.
Sehingga saat masuk SMA kemarin ia sudah tergabung
dalam sebuah geng motor yang entah apa namanya. Aku lupa.
Ku ambil ponsel yang tergeletak di atas nakas.
Sekian detik mataku membulatkan menahan kesal.
Ternyata Wulan yang mengirimkan pesan.
Dan apa-apaan temannya itu mengirimkan link yang
sudah pasti isinya film b ,, 0k3 ,, p terbaru.
Aku mendengus.
Lalu menutup room chat Wulan setelah mengatakan
bahwa ia akan tidur.
Namun, tak lama suara desahan dari handphone yang
kupegang sudah memenuhi kamar.
Iya. Aku lagi nonton link b ,, 0k3 ,, p yang Wulan kasih.
Dan demi apapun, aku jadi ter ,, 4n9$4 ,, n9 banget
liat dua orang beda kelamin yang sedang saling memuaskan di layar hp yang kutonton.
Seperti biasa.
Saat mendekati waktu menstruasi, seluruh tubuhku
mendadak jadi sangat sensitif.
Sekarang ini bisa kurasakan v4 ,, g1 ,, n4 ku sudah
becek.
Bahkan p3 ,, nt ,, 1l dada ku juga sudah menegang.
Nghh... karena tak tahan Aku mulai mer3m ,, 4
,, $-r3m ,, 4 ,, $ p4 ,, yud4 ,, r4 ku sendiri.
Lalu menggesekan kedua paha ku pelan.
Wulan anjing.
Umpat ku dalam hati ketika aku selesai membuka
room chat dengan Wulan.
Temannya itu ternyata sengaja mengirimkan link
b ,, 0k3 ,, p karena tahu bahwa ia sebentar
lagi akan datang bulan.
Gara-gara itu juga, sekarang aku s4 ,, n ,, 93
parah.
V4 ,, g1 ,, n4 ku sudah sangat gatal minta dibelai.
Shhh... ahhh ahhh
Aku mendesah lirih kala ku gesekan jari telunjuk
ku pada v4 ,, g1 ,, n4 ku.
Rasanya enak.
Tapi lebih enak waktu jari Papa yang ngegesek.
"Ahhh ahhh Papahh ahhh"
Desah ku kecil kala tangan ku semakin cepat menggesek
di bawah sana.
Lalu ku r3m ,, 4 ,, $ dada ku yang masih tertutup
kaos oversize polos tanpa bra.
"Nghh Papahh ahhh" Aku menggigit bibir
kala membayangkan bahwa jari ku ini adalah jari Papa.
Namun, bukannya aku terpuaskan aku justru semakin
ter ,, 4n9$4 ,, n9.
Aku pengen v4 ,, g1 ,, n4 ku disodok jari Papa.
Di gesek-gesek lalu dijilat pakai lidah basah Papa.
Nghhh...
Tapi ketika mengingat Papa sedang tidak di rumah,
tubuhku mendadak lemas.
Aku lupa kalau Papa sedang di rumah sakit menemani
Mama.
Kevin.
Mataku berbinar kala mengingat ucapan Wulan di
chat tadi.
Aku kan punya Kevin.
Walau tidak yakin apakah nanti aku bisa menggoda
Kevin untuk menyentuhku, tapi mencoba lebih dulu apa salahnya bukan?
Lalu dengan segera aku meraih kembali ponselku
yang tadi ku lempar asal.
Ku buka room chat dengan Kevin.
Aku menggigit bibir, berpikir keras gimana caranya
Kevin mau ke rumahku sekarang.
Mengingat ia yang katanya mau balapan.
Mataku berbinar tatkala mengingat hasil foto-foto
yang Mama kirimkan tadi pagi.
Lalu dengan cepat ia membuka room chat bersama
Kevin.
Hehehe. Saatnya beraksi.
Pertama-tama mari kita beritahu terlebih dahulu
pacarku itu bahwa aku kembali ciuman sama Papa.
Aku menyeringai tatkala melihat respon Kevin.
Lalu ku kirim gambar 3r ,, 0t ,, 1s hasil jepretan
kamera Mama waktu itu.
Aku yakin seratus persen bahwa Kevin sudah mulai
goyah di seberang sana.
Setelah aku menunjukan bukti nyata bahwa aku dan
Papa ciuman, pacar ku yang satu ini memang sekarang lebih aktif menunjukan sisi
liarnya.
Terbukti dari beberapa pertemuan belakangan dengannya,
Kevin selalu tak lepas menggerayangi tubuh ku.
Walaupun itu masih sebatas elusan, rangkulan, maupun
pelukan.
Aku terkikik kecil kala melihat balasan singkat
Kevin.
Lalu dengan sengaja ku kirim gambar lagi, dimana
di foto itu aku sedang dipeluk oleh Papa dari belakang dengan tangan Papa di p4
,, yud4 ,, r4 t3l4n ,, j4n9 ku.
Supaya lebih mematik gairah Kevin, aku tambahkan
kalimat-kalimat frontal sebagai pemicu.
Gotcha
Tepat sasaran. Kevin yang saat ini sedang di basecamp
pun harus menjauh dari teman-temannya kala melihat pacarnya itu mendadak mengiriminya
kalimat-kalimat 3r ,, 0t ,, 1s.
Fuck.
Kevin mengumpat dalam hati kala matanya menajam
memperhatikan foto yang pacarnya itu kirimkan.
Lalu matanya semakin membulat kala pacarnya itu
kembali mengiriminya gambar 3r ,, 0t ,, 1s.
Anjing.
Merasa semakin gerah karena foto yang kembali dikirimkan
pacar nakalnya itu, Kevin lalu dengan cepat pergi dari basecamp.
Pamitan singkat dan mengatakan bahwa ia tidak jadi
ikut balapan
Ada urusan penting yang wajib dia datangi.
Menghampiri pacar nakalnya yang sedang sendirian
di rumah.
Setelah 25 menit berkendara, Kevin sampai di depan
rumah Ira dengan tentengan berupa plastik martabak juga es krim yang pacarnya itu
minta bawakan.
Ting...
Setelah Kevin memasukan motornya di garasi rumah
Ira, ponselnya berbunyi dan isinya adalah pesan untuk langsung ke kamar saja dari
Ira.
Tap... tap... tap... Klek...
Aku yang sedang asyik menonton drama korea di laptop
pun sontak memutar kepala ke arah pintu.
Mataku langsung berbinar kala melihat Kevin dan
kantong plastik putih di tangan.
"Sayang..." Pekik ku senang lalu dengan
cepat memeluk Kevin.
"Aws by... pelan-pelan dong." Tegur Kevin
kala tubuhnya berhasil ia seimbangkan akibat hantaman tiba-tiba dari Ira yang memeluknya.
"Mmmm kangen" Aku menelusupkan wajah
ku di leher Kevin kala pacarnya itu sudah duduk di pinggiran kasur.
"Turun dulu sayang, katanya kamu tadi laper."
Aku menggeleng, lalu dengan manja menggesekan hidung
ku ke leher Kevin.
Mengendus-endus wangi tubuh bercampur parfum mahal
yang pacarnya itu kenakan.
Aku selalu suka wangi tubuh Kevin.
Terasa sangat segar juga manly.
Sekaligus tidak menyengat membuat pusing.
"Mhhhh sayang"
Aku menyeringai kala Kevin mendesis lirih akibat
lehernya yang tadi berkali-kali ku kecup dan ku jilat.
Mempraktikkan apa yang biasanya Papa lakukan pada
leher ku.
"Nghhh by..."
Cup. Cup. Slurppp...
Aku menghisap kuat leher Kevin, kembali mencoba
apa yang pernah Papa lakukan pada ku.
"By... kok tandanya nggak ada ya?" Tanya
ku sambil menatap wajah Kevin yang sudah menegang.
Lalu melirik pada leher putih pacarnya yang tadi
ia coba hisap.
Masih putih bersih, walaupun ada sedikit warna
merah disana.
Shhhh... tubuh ku seketika menegang kala Kevin
mer3m ,, 4 ,, $ paha ku tadi.
"Nakal."
"Kamu sengaja by ngegoda aku terus dari tadi
hm?
"Kamu sengaja mau buat aku ter ,, 4n9$4
,, n9 dengan ngirim foto-foto itu tadi?"
Bisa ku rasakan nafasku memburu kala Kevin mengelusi
paha dalam ku.
Belum lagi bisikan lirih yang dilontarkan di samping
telinganya.
"Kalau kamu pengen tahu jawabannya iyaa sayang…
nghh aku ter ,, 4n9$4 ,, n9 banget liat foto yang kamu kirimin."
"Mmmhhh sayanghhh" Aku menumpukan kepala
di leher Kevin, memejamkan mata kala jari jemari pacarnya itu semakin merambat ke
bagian tengah tubuhnya.
Mengelusi permukaan v4 ,, g1 ,, n4nya yang hanya
tertutup celana dalam.
"Huh? What a naughty girlfriend."
Lontar Kevin kala tangannya langsung bersentuhan dengan celana dalam pacarnya yang
sedikit basah.
"Nghhh sayang..."
Badan ku semakin meremang. Sentuhan lembut tangan
Kevin di permukaan v4 ,, g1 ,, n4nya sukses membuat ku semakin ter ,, 4n9$4 ,,
n9.
Aku yang memang dari awal sudah bergairah pun semakin
panas kala mendapat perlakuan cabul dari pacar ku ini.
"Nghhh, Vinnn"
Aku mengerang lirih, lalu dengan reflek aku buka
pahaku semakin lebar.
Mempermudah Kevin memainkan jarinya di bawah sana.
"Kamu emang nggak ter ,, 4n9$4 ,, n9 ahh by?"
"Aku udah ciuman sama Papa."
"Aku udah pernah t3l4n ,, j4n9 di depan Papa."
Aku berbisik pelan di telinga Kevin.
Menggodanya dengan perlahan tuk mematik gairah
pria yang pahanya sedang ku duduki. Lalu dengan sengaja ku gesekan paha ku dengan
pelan.
Kaos oversize putih setengah paha yang sekarang
aku gunakan mempermudah apa yang sedang aku lakukan dan apa yang sedang tangan Kevin
lakukan.
"Nghh sayang"
Ku kecupi leher Kevin, lalu ku jilati bagian cuping
telinganya.
"Aku juga udah pernah sayang jilatin k0
,, nt ,, 0l Papa."
"Terus Papa jilatin m3 ,, m3 ,, k aku."
"Ahhh rasanya enak banget by. Rasanya kaya
nggak mau berhenti pas Papa jilatin m3 ,, m3 ,, k ku"
Aku meracau semakin frontal. Membuat Kevin menggeram
lirih dengan mata menajam.
"Terus tangan Pap..."
Omongan ku mendadak terputus kala Kevin yang menciumku
di bibir.
Melumatnya penuh nafsu seakan sudah menahannya
selama bertahun-tahun.
Mata ku membola tuk sedetik.
Lalu m3 ,, m3 ,, kik dalam hati kala sadar bahwa
Kevin mencium ku.
Aku ulangi, KEVIN MENCIUM KU. DI BIBIR.
Lalu dengan reflek ku kalungan tangan di leher
Kevin.
Membalas gerakan bibir rakus Kevin pada bibir ku.
"Buka by..." Kevin bersuara serak.
Lalu dengan segera menelusupkan lidahnya dalam
rongga mulut ku.
Mengabsen keseluruhan isi di dalam sana.
Mencari cari lidah ku tuk di ajak berperang lidah.
"Mhhhmmm..."
"Ah sayang..." Aku mendesah lirih ketika
Kevin melepaskan bibirnya.
Lalu beralih menuju leher jenjangnya dengan tangannya
yang menyelip masuk di bawah sana.
Aku mengiggit bibir kala jari tengah Kevin sudah
mengelusi pelan permukaan v4 ,, g1 ,, n4 ku.
Plak
"Awwww."
Aku m3 ,, m3 ,, kik kaget ketika Kevin menampar
lalu mer3m ,, 4 ,, $ v4 ,, g1 ,, n4 ku.
Namun bukannya terasa sakit, aku justru merasakan
v4 ,, g1 ,, n4 ku semakin berkedut-kedut dan semakin basah.
"Nghh becek. Uh becek kamu ya by?"
"Ahhh sayang." Aku mengangguk lemah dengan
bibir ku gigit. Demi apapun aku sudah horny berat.
"Vin, ahhh... please."
Aku merengek lalu menelusupkan kepala di leher
Kevin.
Bergerak-gerak tak nyaman karena v4 ,, g1 ,,
n4 ku terasa gatal.
"Erghhhh sayang"
Ku buka paha ku semakin lebar, "Ahh sayanggg
nghh aku udah becek banget by. Sebelum kamuu nghh kesini Wulan ngirimin aku video
b ,, 0k3 ,, p hhh"
"Terus aku jadi s4 ,, n ,, 93 sayang... aku
s4 ,, n ,, 93 banget sampe punya ku becek."
Kevin mencengkram pinggangku ketika kelamin kami
tadi tidak sengaja bergesekan.
"Erghhh sekarang kamu mau apa sayang hm?"