A A

Mama ingin semakin melihat dengan jelas v4 ,, g! ,, n4 anak dan p3n ,, !s suaminya itu bergesekan secara sensual.

"Ahhh ahhh ahhh"

Aku mendesah di pelukan Papa kala p3n ,, !s Papa meny ,, 0d ,, 0k-meny ,, 0d ,, 0k v4 ,, g! ,, n4 ku ketika berjalan menghampiri Mama.

Plak.

"Ahhhh."

Plak.

"Ahhhh."

Aku m3 ,, m ,, 3kik kala bokong sekalku ditampar Papa.

Sedikit sakit, tapi juga nikmat secara bersamaan.

Membuat g4 ,, 1r4 ,, h ku yang tadi pkevin menjadi terbakar kembali.

Nghh

Aku memperbaiki duduk ku ketika Papa sudah menyandarkan tubuhnya di samping sofa yang Mama tempati.

Lalu ku tatap wajah Mama dengan pandangan sayu.

"Nghhh Mamahhh" Erangku lirih kala p4 ,, yud4 ,, r4 ku dir3m ,, 4$ oleh Mama.

"Kenapa sayangnhh?" Tanya Papa pada istrinya dengan suara serak.

Mama yang melihat wajah suaminya itu sudah memerah sontak menyeringai.

"Sayang kamu udah pernah j1l ,, 4tin k0 ,, nt ,, 0l Papa?" Tanya Mama frontal pada anaknya.

Wajahku memerah, berusaha menguasai diri dengan ucapan frontal Mama yang pastinya akan sering ku dengar nanti.

"Belum Mah" Balas ku lirih.

Karena aku memang belum pernah menj1l ,, 4t atau bahkan memasukan p3n ,, !s Papa ke dalam mulut ku.

Saat di kamar mandi dulu, Papa menolak keras kala aku menawarkan diri membantu meng0r ,, 4l p3n ,, !snya.

Papa bilang bahwa nantinya takut tidak bisa mengontrol diri karena nafsu dan berujung aku dijebol.

Walau awalnya aku sedih karena menganggap Papa tidak tertarik meny ,, 0d ,, 0kku, namun aku mulai rileks kala Papa mengatakan bahwa saat itu waktunya belum tepat.

Mama yang mendengar ucapanku pun mengangguk, lalu menyuruhku untuk bersimpuh di lantai.

Menghadap Papa yang sedang duduk dengan kaki terbuka lebar.

Aku meneguk ludah kasar, karena dari posisi ku ini, wajahku secara langsung berhadapan dengan senjata Papa yang sudah mengeras.

"Sekarang coba kamu j1l ,, 4t k0 ,, nt ,, 0l Papa, j1l ,, 4t kaya kamu lagi j1l ,, 4t es krim" Ucap Mama.

"Mahhh"

Bertepatan dengan aku yang memanukan wajah, Papa bersuara dengan serak.

Menatap istrinya dengan sayu, lalu menahan dada sang anak supaya tak maju.

"Kamu nggak usah nolak Pah udah tegang gitu juga, inget loh Mama udah nggak bisa jongkok Pa"

Papa menatap wajah sang istri, lalu pada Ira yang sedang menatapnya dengan binar g4 ,, 1r4 ,, h yang terlihat jelas.

Fuck.

Bisa gila Papa lama-lama.

Aku yang merasa Papa sudah tak menolak pun memangkas jarak.

Lalu dengan perlahan menggenggam p3n ,, !s besar Papa dengan tangan kanan ku.

"Erghhh"

Sudah pernah melakukannya, dengan lihai ku gerakan tangan ku ke atas bawah.

Mengocok p3n ,, !s Papa yang bahkan tidak muat aku genggam.

Lalu ku lirik wajah Papa yang sedang mendongak dengan jakun naik turun.

Membuat ku yang bersimpuh di lantai sangat berg4 ,, 1r4 ,, h melihat wajah Papa dari bawah sini.

"J1l ,, 4t sayang"

Pinta Papa yang langsung aku angguki. Walau ragu, aku tetap menjulurkan lidahku menj1l ,, 4t kepala p3n ,, !s Papa.

"Erghhh sayaanghhh"

Aku melirik Mama yang sedang menyeringai, lalu pada Papa yang tadi menggeram lirih.

Melihat wajah Papa kandungnya itu merem melek, aku sontak bersemangat karena merasa Papanya itu t3r4n9 ,, $4n9.

Cup. Cup. Cup.

Kepala p3n ,, !s Papa yang tadi kuj1l ,, 4t, kini ku kecup, lalu ku h1$ ,, 4p sebentar untuk melihat reaksi Papa.

"Enghhhhh ahh masukin sayanghhh"

Papa mengerang nikmat kala p3n ,, !snya sedang dimanjakan oleh mulut anaknya.

Walau kaku karena pertama kali, tapi tetap saja rasanya luar biasa nikmat.

Emhhhhhh

Cup cup cup

Dengan sengaja meninggalkan suara kecupan 3r ,, 0t ,, 1$ yang entah kenapa membuat libido ku bangkit, aku dengan perlahan memasukan p3n ,, !s Papa ke dalam mulut ku.

Shit.

"Enghhh iyaaa digituinn sayanghh nghhh" Papa mendesah.

Matanya merem melek keenakan karena h1$ ,, 4pan dan j1l ,, 4tan anaknya di senjatanya.

Slurppp slurpppp

Mendengar Papa mendesah, aku semakin bersemangat meng0r ,, 4l p3n ,, !s Papa.

Kalau tadi hanya kepala nya saja, kini setiap inci p3n ,, !s Papa tidak ku lewatkan.

Aku mengecup, menj1l ,, 4t, menyesap, lalu memijat menggunakan tangan ku.

Bisa ku rasakan p3n ,, !s Papa yang kian lama kian membesar.

Urat-urat yang tadi sudah menonjol kini semakin jelas.

Walau ini pertama kalinya buat ku, tapi aku sering menonton video b0 ,, k3 ,, p.

Oleh karena itu aku tahu apa yang biasanya dilakukan jika sedang mengulum p3n ,, !s.

"Ahhhh sayangghhh Iraaa nghhh"

Slurppppp slurppp emhhhh

Mendengar racauan Papa, aku menggumam tidak jelas karena mulutku penuh oleh p3n ,, !s Papa.

"Enghhhh"

Setelah puas mengulum p3n ,, !s Papa, dengan bantuan tangan aku menggerakan p3n ,, !s Papa untuk menyusuri seluruh permukaan wajah ku.

Membuat wajahku basah oleh keringat, lendir, juga saliva yang bercampur di p3n ,, !s Papa.

Enghhhh

Papa mengerang lirih. Walau anaknya itu masih amatiran dan sedikit kaku, tapi gerakannya mengulum p3n ,, !snya tadi sudah lumayan.

Tidak terkena gigi atau sampai parahnya senjatanya itu kegigit.

Walau belum pelepasan, Papa sangat puas dengan servis sang anak.

Lalu, ia elus kepala Ira yang sedang meng0r ,, 4l p3n ,, !snya dengan semangat.

Ohokkk ohokkkk

Aku terbatuk kala mencoba memasukan semua p3n ,, !s Papa ke dalam mulut ku.

Tidak muat tentu.

Aku bahkan bisa merasakan p3n ,, !s Papa sampai pangkal tenggorokan ku tadi.

Enghhhh

Namun melihat wajah Papa yang memerah dengan tangan yang mengepal, ku masukan lagi seluruh p3n ,, !s Papa ke dalam mulut ku.

Kali ini dengan perlahan.

Merasakan mulut hangat dan basah sang anak, Papa mendongak sampai urat-urat yang menonjol di lehernya tercetak dengan jelas kala p3n ,, !snya masuk seluruhnya di mulut kecil putri kandungnya.

Fuck. Gila.

Hanya dengan mulut yang hangat dan basah, mengapa bisa anaknya itu memberi sensasi senikmat ini?!

Papa menggeram dan mengumpat dalam hati. Setelahnya, Papa dengan cepat menahan kepala Ira. Lalu mulai mendorong kepala anaknya maju mundur lebih cepat.

Membuat anaknya itu kelabakan karena sensasi mulut yang disumpal oleh rudalnya.

"Arghhh Mulut kamu enak bangettt sayanggg nghhhh"

Hampir tiga menit lamanya Papa terus memaju-mundurkan kepala Ira, mendorong kepala anaknya itu untuk semakin melahap habis p3n ,, !snya yang semakin menegang.

Fuck.

Aku mengumpat dalam hati.

Rasanya seperti mau mati kala Papa menggerakan kepala ku maju mundur dengan cepat sampai membuat ku tersedak beberapa kali.

Namun tak dapat ku pungkiri ada rasa nikmat tersendiri kala merasakan p3n ,, !s Papa meluncur cepat di mulut ku.

Apalagi melihat wajah Papa yang keenakan p3n ,, !snya ku 0r ,, 4l.

Membuat ku seketika melupakan rasa kebas di mulut juga sakit yang tadi dirasa.

Glok  glokk glokk

Papa melepas tangannya, kala anaknya itu sudah belajar dengan cepat.

Lalu ia labuhkan kedua tangannya untuk mer3m ,, 4$ p4 ,, yud4 ,, r4 anaknya yang bergelantungan bebas.

Seakan memanggil tuk dir3m ,, 4$ dan menjadi bulan-bulanan kedua tangannya.

Nghhh slurppppp slurppp

Aku mengeluarkan setengah p3n ,, !s Papa dari mulutku kala merasa dada ku sedang dimainkan.

Emhhh ahhh cup cup cup slurpppppppp

"Liat ke Papa sayanggghhh" Pinta Papa pada Ira.

Ia ingin melihat wajah seksi anaknya yang sedang meng0r ,, 4l p3n ,, !snya.

Aku pun patuh, lalu ku dongakan kepala menatap Papa saat aku mengh1$ ,, 4p kepala p3n ,, !s Papa dan membuat gerakan memutar dengan lidah ku di sana.

"Enghhh fuck. Kamu seksi banget sayanghhhh. "

Papa menyandarkan tubuhnya, lalu ia lirikan matanya sejenak pada sang istri yang dari tadi melihatnya dimanjakan sang anak.

Gila.

Bukannya raut marah.

Istrinya itu justru sedang menatapnya dengan tangan yang sedang mengobrak-abrik bagian bawahnya.

Membuat kepala Papa pening dihantam g4 ,, 1r4 ,, h dari anak dan istrinya.

Aku yang merasakan p3n ,, !s Papa semakin membesar dan berkedut pun dengan cepat menggerakan tangan ku, mengocok dan sesekali memainkan dua bola yang bergelantungan disana.

Emhhh cuppp cuppp slurppppp

"Arghhhh iya gitu sayanggnhhh lebih cepet Iraa aahhh anakkk Papaah ouhhhh. "

Papa meracau kala merasakan p3n ,, !snya sudah diujung pelepasan.

Lalu ia jambak pelan rambut sang anak untuk semakin cepat memaju mundurkan mulutnya di p3n ,, !snya.

"Ahhh ahhh Iraaa sayanggg anakk Papahh nghhh"

"Ahh ahhh lebih cepet sayangggnhhh Papaa ahh mau muncrtt ahhh. "

Aku menatap Papa yang sedang merem melek, lalu semakin cepat ku gerakan kepala ku maju mundur.

Memberi kenikmatan duniawi untuk Papa yang sudah diujung pelepasan.

Seakan mendapat dopamin, aku semakin bersemangat memaju mundurkan kepala ku.

Lalu ku r3m ,, 4$ r3m ,, 4$ dan ku pijit batang kejantanan Papa yang tidak muat masuk.

Ku pijit pelan lalu kur3m ,, 4$ bola t3 ,, $t ,, 1$ yang menggantung disana. Membuat Papa sampai mendesis tak karuan.

"Ouhhh Iraaa ahh anakk Papahh ahhhh"

Papa mengumpulkan rambut Ira menjadi satu.

Menyatukannya rambut indah anaknya yang terurai dan berantakan karena terkena liur disekitar p3n ,, !snya yang sedang di kulum.

"Ahhh ahhh sayanghhh keluarinnnn k0 ,, nt ,, 0lnyaa nghhh Papa ernghh mau muncrttt ahhh"

Cr0 ,, t. Cr0 ,, t. Cr0 ,, t.

Bertepatan dengan p3n ,, !s Papa yang ku keluarkan dari mulut, benda berurat tersebut memuncrtkan s ,, p3r ,, m4nya.

Membuat wajahku penuh akan cairan berlendir yang baru saja Papa keluarkan.

Nghhhhh

Papa lemas, lalu menatap anaknya yang sudah berantakan karena cairan s ,, p3r ,, m4nya menetes di wajah sampai leher putih Ira.

Membuat penampilan putri kandungnya itu sangat seksi dan terlihat semakin 3r ,, 0t ,, 1$.

Walaupun ini pertama kali buat anaknya, tapi Papa yakin bahwa seiring berjalannya waktu Ira akan semakin mahir.

Anaknya itu seakan punya bakat untuk memuaskan para lelaki di luaran sana.

Seluruh tubuh anaknya, termasuk mulut diciptakan untuk memberikan kepuasan bagi laki-laki beruntung di luaran sana.

Termasuk Papa kandungnya sendiri.

Aku yang merasakan wajahku penuh s ,, p3r ,, m4 pun menyeringai.

Oh jadi gini rasanya diCr0 ,, tin di muka.

Aku bergumam dalam hati. Menganggukan kepala karena pertama kali merasakan adegan yang biasanya hanya ku lihat di layar laptop.

Merasakan s ,, p3r ,, m4 Papa menetes di bibirku, aku menjulurkan lidah.

Lalu menj1l ,, 4t cairan berlendir itu dengan mata menatap Papa.

Menggodanya dengan sengaja.

Ahhh ahhh ahhh

Mata ku bergulir kala mendengar suara desahan.

Mama yang lagi-lagi sedang mengocok v4 ,, g! ,, n4nya sendiri.

Melihat bagiamana suaminya tadi muncrt di wajah sang anak, sukses membuat Mama sangat berg4 ,, 1r4 ,, h.

"Nghhh Papahh ahhh"

Mama menggelinjang kala merasakan tangan Papa membantunya di bawah sana.

Cl0 ,, k

Cl0 ,, k

Cl0 ,, k

Papa memasukan dua jarinya maju mundur.

Meny ,, 0d ,, 0k liang senggama sang istri yang sudah sangat b ,, 3c ,, 3k. Entah sudah kali ke berapa istrinya itu pelepasan.

Karena jujur, saat tadi p3n ,, !snya sedang dipuaskan oleh Ira, Papa sama sekali tidak mendengar suara di sekitarnya.

Semuanya terasa hening. Karena yang ada di kepalanya hanya nafsu dan nafsu.

Serta desahan dan erangan tak jelas yang sesekali keluar dari mulutnya dan mulut anaknya.

"Ahhh ahhh Papahhh ahhh mau muncrtt ahhh"

Mama merem melek, lalu tak lama ia muncrt kembali.

Cairannya membasahi tangan juga sofa yang memang sudah basah.

Cr0 ,, t. Cr0 ,, t.

" Ahhhhh Ahhh Papahhh"

Aku membasahi bibir.

Melihat Mama yang baru saja memuncrtkan cairannya dengan mimik yang begitu seksi.

Aku jadi bertanya-tanya, apakah aku terlihat se seksi Mama jika sedang memuncrtkan cairan ku?

Apakah melihat ku muncrt wajah Papa akan menyeringai penuh nafsu seperti sekarang?

Aku jadi penasaran.

Karena selama ini aku belum pernah memperhatikan wajah Papa ketika aku pelepasan.

Karena pada saat itu pikiranku sedang melayang. Sedang di awang-awang.

Membuat ku tidak bisa dengan jernih melakukan sesuatu.

"Papah sama Ira lanjut main ajaa nghh, Mama udah capee hhh mau mandi" Tanya Mama dengan kepala menyender.

Namun dengan mata yang melirik ke arah ku dan Papa.

Jujur aku masih mau main sama Papa.

G4 ,, 1r4 ,, h ku masih bangkit serta v4 ,, g! ,, n4ku menjadi berkedut setelah melihat v4 ,, g! ,, n4 Mama tadi disodok jari Papa lalu muncrt.

"Kalian boleh main sepuasnya. Tapi Papa inget, jangan dulu perawanin m3 ,, m ,, 3k Ira." Ujar Mama ketika melihat anak dan suaminya itu sudah berpangku mesra.

"Ahhhhhhh Papahhhh" Erangku tak tahan kala put ,, !n ,, gku digigit dengan gemas oleh gigi Papa.

Sehingga menimbulkan rasa nyeri namun juga nikmat.

Dengan posisi dipangkuan Papa, ku gulirkan mata menatap Mama yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mandi.

Sedang menatap ku juga Papa yang sedang asik berbuat c4b ,, ul.

Bisa ku lihat Mama menyeringai pada ku.

Lalu terkekeh dengan alis yang naik turun menggoda.

Lalu ku balas dengan desahan juga erangan kenikmatan hasil perbuatan c4b ,, ul Papa pada tubuh seksi ku.

Ahhh aku jadi semakin tidak sabar merasakan p3n ,, !s Papa meny ,, 0d ,, 0k v4 ,, g! ,, n4 ku.

Gumamku dalam hati kala Papa lagi-lagi memberikan terapi pada v4 ,, g! ,, n4 ku.

Meny ,, 0d ,, 0k-ny ,, 0d ,, 0k lubang senggama ku dengan kepala p3n ,, !snya.

Papa bilang itu sebagai pemanasan saja supaya nantinya lubangku tidak kaget dengan milik besar Papa kala nanti ia menjebolku.

Lalu, berakhirlah hari itu dengan aku dan Papa yang berkali-kali pelepasan.

Bahkan Mama yang sudah membersihkan diri pun kembali t3r4n9 ,, $4n9 karena melihat perbuatan c4b ,, ul ku dan Papa.