Cekrek... cekrek...
Mama yang melihat anaknya itu berpose 3r
,, 0t ,, 1s di depan sang suami pun sontak menD3s4 ,, h lirih. Bisa ia rasakan v4
,, g! ,, n4nya di bawah sana becek.
"Pah kamu naik sana" Ucap Mama
dengan suara serak.
Papa yang sudah kepalang n4f ,, $u pun
dengan cepat mengangguk.
"Buka baju Papa dulu jangan lupa"
Sambil melangkahkan kaki, Papa dengan
perlahan melepas kaos polo yang dikenakannya. Membuat Papa bert3l4n ,, j4n9
dada.
"Ira, kamu bantu Papa buka celana"
Ucap Mama setelah Papa sudah berdiri di pinggir ranjang.
Mama bern4f ,, $u ingin melihat anaknya
itu menelanjangi suaminya.
Dengan posisi merangkak, aku dengan perlahan
mendekat ke arah Papa.
Lalu mendongakan kepala saat tubuhku
sampai di hadapan Papa yang menjulang tinggi.
Bisa ku lihat sudah berkumpul segudang n4f
,, $u di mata Papa.
Masih dengan posisi mendongak, dengan
sedikit ragu, aku melepas kancing celana jeans yang Papa kenakan.
Shhhh...
Papa berdesis lirih ketika jari lentik
sang anak mengenai p3n ,, !snya yang sudah menegang.
Karena tak tahan, Papa mendadak menundukan
badan. Mencium sang anak tepat di bibir.
Nghh....
Aku mengerang lirih karena gerakan Papa
yang tiba-tiba menciumku dengan tergesa-gesa.
Men9ulm bibir atas dan bawahku
bergantian dengan rakus.
"Ahhh Pahhh..."
D3s4 ,, han ku keluar.
Aku tak tahan kala Papa menurunkan
ciumannya ke leher.
Menyusuri leher jenjang ku dengan bibir
dan lidah basah milik Papa.
Karena t3r4n9 ,, $4n9, dengan berani ku
dongakan kepala, meremas rambut Papa, lalu melirik Mama yang sedang memilin p4
,, yud4 ,, r4nya sendiri di atas sofa.
"Ahhh Papahhh jangan digituin put
,, !n ,, 9 ku nghhh" Rengek ku ketika tangan Papa memilin-milin ujung put
,, !n ,, 9 dada ku yang kian menegang.
Membuat sensasi geli dan merinding di
seluruh tubuh.
Papa melirikan mata ke istrinya yang
sedang duduk lemas di sofa, menatapnya dan sang anak penuh g4 ,, 1r4 ,, h.
Setelahnya, Papa mendorong tubuh sang
putri tuk telentang 3r ,, 0t ,, 1s di atas kasur.
Papa menj1l ,, 4t bibir seksinya, lalu
memindai tubuh mengg4 ,, 1r4 ,, hkan putri kandungnya itu.
Dirasa puas menikmati tubuh molek
anaknya, Papa dengan tergesa melepas seluruh celananya.
Membuatnya sama-sama bu ,, 91 ,, l tanpa
busana.
Aku yang sedang telentang dengan reflek
membuka kaki ku semakin lebar ketika Papa sudah melepas semua celananya, seakan
menyambut p3n ,, !s berurat Papa yang sudah mengeras.
Shhh....
Aku mendesih lirih kala v4 ,, g! ,, n4
ku tak sengaja bergesekan dengan p3n ,, !s Papa.
Papa menyeringai, lalu dengan sengaja
menekan p3n ,, !snya pada v4 ,, g! ,, n4 sang anak, menggoda Ira yang sudah
sama t3r4n9 ,, $4n9nya dengan dirinya.
Dengan perlahan, Papa menggesekan p3n ,,
!snya, memberi r4n9 ,, $4n9an nikmat pada Ira yang sedang menahan D3s4 ,, hannya.
"Kamu sengaja ya tadi goda Papa
hm?" Bisik Papa lirih di telinga ku.
"Nghhh... Papahhh ahhh..."
Aku yang sudah tak fokus karena r4n9 ,,
$4n9an di bawah sana diam saja, hanya mampu menD3s4 ,, h lirih karena v4 ,, g!
,, n4 ku yang semakin gatal dan becek.
"Kamu sengaja pamerin tubuh seksi
mu ke Papa kaya tadi hm?"
"Sengaja biar bisa ngeD3s4 ,, h
kaya gini?"
"Sengaja biar m3 ,, m3 ,, knya
digesek sama k0 ,, nt ,, 0l Papa gini hmm?"
Papa melontarkan pertanyaan frontal di
sela-sela gesekan p3n ,, !snya pada v4 ,, g! ,, n4 ku.
Membuat b ,, 1r4 ,, h1ku semakin tinggi
membumbung.
Aku selalu suka tiap kali Papa berucap
frontal.
Entah kenapa sangat terdengar seksi dan 3r
,, 0t ,, 1s di telinga ku.
"Ahh ahhh Pahhh..."
"Jangan nged3s4 ,, h terus hmm kamu
belum jawab tadi sayanghhh" Bisik Papa sambil menj1l ,, 4t kuping telinga,
leher, hingga dagu Ira.
Membuat anaknya itu semakin kelojotan
menikmati r4n9 ,, $4n9an.
"Ahh Papahhh nghhh. "
"Jawab atau Papa berhenti
hmmm?" Lidah Papa mulai menyusuri rahang sang anak.
Dengan gesekan p3n ,, !s yang sengaja ia
buat semakin lambat.
Aku menatap Papa frustasi, lalu ku
gerakan bokongku maju mundur supaya kenikmatan yang tadi kurasa kembali menerpa
tubuhku.
"Ahh ahhh Pahhh. "
"Jawab sayanggg ahh jangan nged3s4
,, hh doanggg nghhh. "
Aku yang sudah kepalang n4f ,, $u pun
dengan cepat mengangguk.
Tak rela kala Papa mencengkeram untuk
menahan bokongku yang sedang bergerak mencari kenikmatan.
"Nghh Papahhh ahh iyaaahh akuu
sukaa diginiin Papa ahhh..."
"Giniin gimana sayang hmm? Yang
jelas dong kalo kamu ngomong" Papa berbisik lirih.
Terus menerus memberikan racauan
menggoda pada sang anak yang kewarasannya sudah hilang entah kemana.
"Papa Ahh nghh gerakinn duluu,
gerakinn k0 ,, nt ,, 0ll Papahhh nghh ngegesekk m3 ,, m3 ,, k ku kaya
tadi..."
Aku meracau gila.
Sengaja mematik g4 ,, 1r4 ,, h Papa yang
sudah terbakar.
Lalu ku tekuk kedua kaki ku ke atas dan
membukanya semakin lebar. .
"Ahh ahhh iya ginii Pahhhh
ahhhh..." D3s4 ,, hanku kembali keluar kala Papa kembali menggesekan p3n
,, !snya di belahan v4 ,, g! ,, n4 ku. Pelan namun pasti. Membuat sekujur tubuh
ku meremang minta di puaskan.
"Kamu sukaaa Papa giniin hmm? Lebih
suka digesek ginii apa dicolok m3 ,, m3 ,, knya pake jari nghhh?" Tanya
papa sambil memegang pinggiran p4 ,, yud4 ,, r4 ku.
"Ouhhhh Papahhh ahhh aku suka dua
duanyaa ahh jangan digituinhh Pahhh" D3s4 ,, hanku terputus kala merasakan
kl1 ,, t0r1$ku dicubit.
"Ahhhh ahhh ahhh aku sukaa digesekk
sama di colokkk m3 ,, m3 ,, knya pake k0 ,, nt ,, 0l sama jari Papahhh nghhh.
"
Aku meracau. Tak lagi peduli pada
omongan ku yang semakin kotor.
N4f ,, $u sudah memenuhi kepala. Mana
ada pikiran tuk menjaga lisan.
Aku merem melek, menikmati gesekan p3n
,, !s Papah di bawah sana.
Lagi-lagi menggeram dalam hati kala
dirinya sangat nikmat dan puas hanya dengan k0 ,, nt ,, 0l Papa yang menggesek
bagian sensitifnya.
"Ahhh ahh Pahh jangannn berhentii
nghhh. "
"Aku mau muncratt ahhh ahh nooo
Papahhh ahhh. "
Aku m3 ,, m3 ,, kik, memajukan badan
kala Papa menjauhkan diri.
"Ahhh Papahhh nghhh jahat
hhhh..."
Aku merengek lirih kala Papa berhenti
menggesekan p3n ,, !snya ketika aku sudah mau pelepasan.
Namun, bersamaan dengan itu, tangan
besar Papa langsung aktif bermain di paha ku.
Mengelusnya dengan gerakan sensual sampai
membuat ku merasakan kembali gelombang g4 ,, 1r4 ,, h yang begitu tinggi.
Baru pakai tangan saja kepalaku sudah
pening.
"Ahhhhhhh." Aku mend3s4 ,, h
sedikit kencang.
Tak kuat menahan r4n9 ,, $4n9an kala
lidah basah Papa menj1l ,, 4t put ,, !n ,, 9nku yang sudah menegang.
"Ouhhh Papahhhh geliihhh"
Bisa kurasakan lidah Papa menari-nari di
atas puncak put ,, !n ,, 9ku yang menegang.
Tak lupa Papa kandungnya itu memberikan
kecupan basah di seluruh permukaan p4 ,, yud4 ,, r4 seksinya.
"T3 ,, t3 kamu seksi banget
sayanghh, Papa selalu pengen ngeyot p3 ,, nt ,, !l kamuuu yang seksi inii hhh"
"Ahhh iyaaa Pahhh ahhh kenyott p3
,, nt ,, !l kuu yang kerass ahhh"
"Nghhh Pahhh uhhhh geliiii hhhh"
Aku merengek, namun juga menD3s4 ,, h
menikmati r4n9 ,, $4n9an yang Papa berikan.
Entah mengapa saat ini aku merasakan seluruh
tubuhku mendadak berkali-kali lipat lebih sensitif.
Belum lagi kalimat-kalimst kotor yang
aku dan Papa saling ucapkan.
"Ahhhh Papahhh ouhhh jangann
disithuu nghhh"
Aku merem melek ketika Papa justru
dengan perlahan menjelajahi v4 ,, g! ,, n4 ku yang sudah becek.
Membuat akses Papa semakin mudah kala ia
menggesekan p3n ,, !snya ke belahan v4 ,, g! ,, n4 ku.
"OUHHH PAPAHHHH..."
Aku m3 ,, m3 ,, kik kencang kala tangan
Papa membuka belahan v4 ,, g! ,, n4 ku.
Lalu meny ,, 0d ,, 0k pelan lubang v4 ,,
g! ,, n4 ku menggunakan ujung p3n ,, !snya.
"Ahhh ahhh Pahhh"
Aku terus menD3s4 ,, h, menggelengkan
kepala kala lidah Papa bermain di pucuk dada ku.
Dengan p3n ,, !snya yang mulai bergerak
kembali menggesek di bawah sana.
Kini bukan hanya menggesek, Papa dengan
sengaja meny ,, 0d ,, 0k pelan kepala p3n ,, !snya di lubang sang anak.
Membuat dirinya dan sang putri mengerang
penuh kenikmatan.
Fuck.
Kepala ku pening merasakan seluruh
bagian sensitif ku menjadi bulan-bulanan Papa.
"Ahhhhh." Aku menggelinjang
hebat kala jari tengah Papa mulai masuk ke liang senggama ku.
Kepala ku kosong.
Mendadak sekitar ku terasa hening karena
hantaman kenikmatan yang jari Papa berikan.
Aku bahkan sudah tak peduli lagi pada
Mama yang menonton aksi c4b ,, ul ku dan Papa.
Yang ada di kepala ku saat ini hanyalah
kenikmatan akibat r4n9 ,, $4n9an Papa yang memabukkan.
Clok
Clok
Clok
Papa meny ,, 0d ,, 0k jari tengahnya
maju mundur. Memberikan kenikmatan duniawi bagi putri kandungnya yang sedang
menD3s4 ,, h seksi di bawahnya.
"Ahhh Pahhh ahhh enakkk ahhhh"
Slurpp...
Slurpp...
"Ahhhhhh Pahh p3 ,, nt ,, !l ku
geliii hhh"
Aku kelojotan saat put ,, !n ,, 9 tegang
ku dij1l ,, 4t-j1l ,, 4t oleh Papa.
Membuat sensasi geli namun juga penuh
nikmat.
Put ,, !n ,, 9ku yang sudah sangat keras
lalu dihisap dengan ganasnya oleh Papa.
Sangat nikmat rasanya ketika lidah basah
Papa bermain di p4 ,, yud4 ,, r4 ku.
Berputar-putar di put ,, !n ,, 9 dada ku
yang menegang.
"Ahhh Papahhh enakkk ahhh"
"Nghhh Pahh ahh ahhh fasterrhhh"
Merasakan pelepasan ku sudah di ujung,
dengan binal ku minta Papa tuh bergerak semakin cepat.
"Enghh ginii sayangg hmmm?"
Papa berucap sambil menambahkan jarinya di dalam lubang ku, lalu menggerakannya
dengan cepat.
"AHHH AHHHH Papahhh ouhhh
kencenggghh bangett ahhh. "
Aku merem melek, menggelengkan kepala
karena s0d ,, 0kan jari Papa yang semakin kencang.
Belum lagi kini v4 ,, g! ,, n4nya sedang
dimanjakan dengan dua jari.
Membuat sensasi nikmat yang tengah
kurasakan semakin berkali lipat.
"Ahhh ahhh ahhh Pahh p3 ,, nt ,, !l
kuu hisapp nghh." Pinta ku dengan manja kala Papa melepaskan mulutnya dari
p4 ,, yud4 ,, r4 seksinya.
Aku merasa kehilangan, put ,, !n ,, 9
dada ku masih terasa geli ingin di dipuaskan.
"Gini hmm?" Tanya Papa begitu
lidahnya menj1l ,, 4t p3 ,, nt ,, !l dada ku.
Aku menggeleng, lalu mengangguk,
"Nghh masukinn ngghh masukin terus di hisap pake bibir Papa"
"Ahh ahhh p3 ,, nt ,, !l ku gatell
Pahhh ahhh"
Mendengar permintaan sang anak, Papa
langsung saja memasukan p3 ,, nt ,, !l Ira ke dalam mulutnya.
Lalu menghisap dengan kuat dan rakus
sampai membuat anaknya itu m3 ,, m3 ,, kik penuh nikmat.
"Ahhh ahhh enakkk Pahh ahhh"
Papa terus menghisap kuat seakan akan
ada cairan yang akan keluar dari dada ku.
Membuat ku semakin merinding kala
membayangkan p4 ,, yud4 ,, r4 ku sebentar lagi akan keluar asi.
"Ahhh ahhh iyaahhh Pahhh ouhhh
tangannnya ahhh ahhh jangann di tambahinnn nghhh"
Aku merem melek keenakan.
Tubuh ku bergerak-gerak 3r ,, 0t ,, 1s
di bawah Papa.
R4n9 ,, $4n9an pada p4 ,, yud4 ,, r4nya
yang sedang dihisap serta v4 ,, g! ,, n4nya sedang dis0d ,, 0k benar-benar
membuat ku terbang ke langit ketujuh.
"Ahhh ahhh Pahhh ahh akuu mauu
pipisss nghhhh"
"Nghh Pahh ahh ahh tangan Papa ahh
jangannn di keluarinnhh" Aku mengangkat bokong ku maju, kala tangan Papa
justru menjauh dari v4 ,, g! ,, n4 ku.
"OUHHH"
Namun sedetik kemudian aku m3 ,, m3 ,, kik
kencang, merasakan v4 ,, g! ,, n4ku kembali penuh dengan jari-jari Papa.
"Ahhh ahhh Pahh penuhhh bangett
ngghh" kata ku menD3s4 ,, h nikmat.
Aku bisa rasakan bahwa kini Papa
memasukan tiga jarinya ke dalam lubang ku.
Membuat aku kewalahan karena sensasi
nikmat yang dihasilkan.
"Ahh ahhh Pahhhh ouhhhh faster ahhh"
Papa melepas kulumannya pada p4 ,, yud4
,, r4 Ira, sengaja untuk melihat reaksi binal sang anak.
Papa menj1l ,, 4t bibir kala melihat
wajah anaknya itu yang begitu seksi.
Dengan mulut binal yang tak berhenti menD3s4
,, h, lalu keringat yang menetes membasahi wajah anaknya.
Papa berdecak, anaknya itu benar-benar
sebuah cobaan duniawi bagi para laki-laki diluaran sana.
Papa meremas p4 ,, yud4 ,, r4 kiri
anaknya. Memilin-milin put ,, !n ,, 9nya sebelum ia tarik berulang-ulang.
Lalu ia gerakan semakin cepat jarinya di
bawah sana kala merasakan v4 ,, g! ,, n4 anaknya semakin mengetat tanda mau
pelepasan.
"Ahhh ahhh Pahh akuu hh mauu pipiss
ahhh"
"Nghhh ouhhh Papahhh ahhh"
"Ahhh ahhh Papahhh ahh aku muncratt
ahhh muncrattt..."
Cr0 ,, t
Cr0 ,, t
Cr0 ,, tt
Aku keluar. Memuncratkan cairan
berlendir yang membasahi jari-jari Papa.
Setelah semua cairan ku keluar, tubuh ku
mendadak lemas seakan tengah habis berlari ratusan kilo.
Nghhh
Aku mengerang lirih kala tubuh ku di
angkat.
Lalu didudukkan di pangkuan Papa
menghadap Mama yang sedang bermasturbasi.
Uhhhhh
aku meneguk ludah kasar melihat Mama
yang tengah meny ,, 0d ,, 0k jarinya di lubang v4 ,, g! ,, n4nya sendiri.
Saking keenakan, aku sampai lupa jika
ada Mama yang menonton kebinalan ku tadi.
Dengan tubuh yang sudah bu ,, 91 ,, l
dan paha mengangkang lebar, Mama terlihat sangat 3r ,, 0t ,, 1s dan seksi di
mataku.
Belum lagi perutnya yang besar serta
dadanya yang membusung.
"Ahhh ahhh ahhh"
"Ahhh Papahhh ahhh ahhh sayanggg Iraa
ahh"
Mama menD3s4 ,, h, semakin cepat
menggerakan jarinya maju mundur kala melihat kegiatannya sedang ditonton oleh
dua orang tersayangnya.
Dengan tubuh saling berhadapan, Mama
bisa dengan jelas melihat tubuh Ira yang duduk di pangkuan Papa dengan
mengangkang.
Membuat v4 ,, g! ,, n4 becek anaknya itu
bisa ia lihat sempurna.
"Nghhhh ahhh ahhh ahh ouhhh"
Cr0 ,, t Cr0 ,, t
"Ahhh Papahhh"
Bersamaan dengan Mama yang keluar, aku
mengerang nikmat karena permainan tangan Papa di p4 ,, yud4 ,, r4 sekal ku.
Dengan posisi bersandar pada tubuh Papa,
aku menggamit tangan Papa menuju v4 ,, g! ,, n4 bawahku.
Menggesekan jari besar Papa pada v4 ,,
g! ,, n4 ku yang semakin becek karena melihat Mama bermastubrasi.
Mama yang sudah lemas karena ini
pelepasan kedua kalinya pun sontak menyeringai penuh n4f ,, $u.
Akhirnya g4 ,, 1r4 ,, hnya tentang Papa
dan Ira bisa tersalurkan.
Melihat secara langsung bagaimana
suaminya itu menyentuh secara liar tubuh montok sang anak, membuat Mama sukses
berg4 ,, 1r4 ,, h hebat.
"Pahh, Iraa siniii hhh"
Panggil Mama pada anak dan suaminya itu.
Mama ingin keduanya saling memuaskan di
sebelahnya.