Jam sudah
menunjukan pukul 11 malam.
Kini Papa
dan Mama sudah telentang bersisian di atas kasur.
"Oh ya Pa,
Mama lupa ngasih tahu"
"Lupa ngasih
tahu apa Mama sayang?" Tanya Papa sambil mengendus dan mencium leher sang
istri.
"Nghhh....
ahhh Paahh lepas duluuu dong"
Mama menggeliat,
mencoba menjauhkan kepala sang suami yang sedang bermain di lehernya.
"Hhh...
Papaa ihhh"
"Hmmm... Mama ngomong aja Papa denger kok."
Slurppp.
Slurppp.
Mendapat
penolakan sang istri, bukannya Papa menjauhkan kepalanya, justru ia semakin
rakus mengendus leher wangi Mama.
Bahkan kini Papa
sudah mencium dan menghisap kuat sampai terbentuk tanda kemerahan di leher
istrinya itu.
"Ahh...
nghhh... Pahhh..."
Mama mengerang
ketika Papa menghisap kuat lehernya serta tangannya aktif memberikan rangsangan
pada bagian sensitif Mama di bawah sana.
"Pahh...
nghhh.... ahhh... badann mu itu lohh Paa... hhhh nanti anak kita
ketindih..."
Hah... hahhh...
hhh.....
Mama
terengah-engah ketika suaminya itu sudah menjauhkan lehernya.
Lalu kemudian ia
melirik sinis suami yang sedang menggaruk lehernya.
"Hehee sorry
Mama... abisnya kamu seksi banget sayang... Papa jadi nggak kuat."
Mama berdecak,
malas mendengar rayuan suaminya itu yang ia tau arahnya menjurus kemana.
"Papa aja
yang dasarnya mesum."
"Ck.
Semuanya aja bilang Papa mesum." Balas Papa lalu menyandarkan tubuhnya di
kepala ranjang.
Sambil membawa
sang istri menyender di
pelukannya, Papa bertanya, "Mama tadi mau bilang
apa?"
Mama kembali
menyeringai senang ketika mendengar ucapan Papa, "Ira mau katanya induksi
laktasi, Pah"
"Hahhh? Mama
nggak bohong kan?"
"Ck... nggak
Papa, Ira beneran mau bantu Mama nyusuin nanti." Ucap Mama sambil
memainkan jarinya di atas perut seksi sang suami.
Entah kenapa, setiap Mama membicarakan tentang
Ira bersama Papa sukses selalu membuatnya t3r4ng ,, $4ng.
Ditambah dengan
pendingin ruangan yang menelusup ke dalam lingerie yang Mama gunakan,
semakin membuat n4f ,, $u Mama meningkat.
Shhh...
"Mah
tanganmu itu. Jangan mulai kalau nggak mau tanggung
jawab."
Papa berucap
sambil memejamkan matanya.
Menikmati elusan
tangan lembut sang istri perutnya.
Nghh... shit...
Cup. Cup.
Mama
mencium p3 ,, nt ,, 1l Papa yang sudah menegang tak
tertutup baju, lalu berucap menggoda sang suami, "Papa emang nggak mau
jenguk debay?"
Papa memang
terbiasa tidur bert3l4n ,, j4n9 dada dan hanya menggunakan
celana pendek tipis.
"Hnggg....
Mahh" Pertahanan Papa sedikit goyah karena sang istri semakin menurunkan
tangannya sampai menyentuh pusakanya yang sudah menegang.
Dasar baperan.
Baru digituin aja
udah tegang lo k0 ,, nt ,, 0l. Umpat Papa dalam hati.
"Ngh...
Mahhh.... hhh dua hari lalu kita baru main lohhh"
Papa mendesis
ketika tangan Mama mulai bergerak di atas p3n ,, 1 ,, snya yang sudah
menegang.
"Shh...
ahhh..."
"Tapi adek
bayi udah kangen sama Papahhh" Ujar Mama dengan sengaja mendekatkan
bibirnya...
Dan. Cup.
Mama mencium
kepala p3n ,, 1 ,, s Papa dari luar boxer yang digunakan.
"Argghhh...
Mama yang minta loh yaaa"
Setelahnya, Papa
dengan rakus mencium bibir Mama.
Lalu menarik tubuh sang istri untuk duduk di
pangkuannya.
"Nghh...
kamu makin seksi banget sayang. "
Slurpp. Slurpp.
Decapan dan hisapan Papa pada bibir Mama
terdengar di sepenjuru kamar.
"Nghh... ouh...."
Papa melenguh,
menyesap semakin ganas bibir seksi sang istri ketika merasakan Mama mulai
menggoyangkan pantatnya di atas inti tubuhnya yang sudah berteriak minta
diberi kepuasan.
Merasakan bukti g4
,, 1r4 ,, h Papa yang sudah menegang sukses membuat Mama mabuk kepayang.
Suaminya itu
benar-benar perkasa dan mengg4 ,, 1r4 ,, hkan.
"Nghh...
ahhh... Papahh..." D3s4 ,, h Mama nikmat dengan leher yang didengakan ke
atas.
Memberi jalan
bagi lidah panas Papa untuk bermain di leher jenjangnya.
Cup. Cup.
"Hhh...
punya Mama makin gedhee"
Papa berucap,
sambil tangannya mer3m ,, 4s lembut dada istrinya yang sekal.
"Ahh...
ahhh... hhh ttapi masih gedean punya anakmu Pahhhh" Ucap Mama tiba-tiba
ketika mendengar ucapan suaminya.
Sengaja memancing
g4 ,, 1r4 ,, h Papa supaya semakin liar.
Papa mengerang,
lalu dengan cepat ia membuka celana pendek yang dikenakannya juga lingerie
kurang bahan Mama hingga mereka sama-sama bug ,, 1 ,, l.
Setelahnya dengan
rakus menjilat, menghisap, dan mengemut p4 ,, yud4 ,, r4 sekal Mama dengan
bibir tebalnya.
"Ahhh...
nghh... Papa tauuu? Hhhh Papa tau nggak kalau Iraaa ahh
dadanya sekel banget. hhh"
Mama semakin t3r4ng
,, $4ng ketika membawa nama anaknya di tengah pergulatan panas
dengan suami.
"Oughh....
hhhh ahhh anakmu itu loh Paahh ahhh masiiihh mudaa ajaa nghh udah seksii
bangett. "
"Oughhhh
Papahhh." Mama m3 ,, m3 ,, kkik ketika merasakan jari-jari Papa masuk ke
liang senggamanya yang sudah becek.
Clok.
Clok.
Clok.
"Ouhhh Papaaahh
nghhh pelann ouhh pelan"
Hhhh... Kepala
Papa pening.
Mendengar D3s4 ,,
han seksi dan racauan Mama tentang anaknya membuat
Papa semakin cepat menggerakan ketiga jemarinya di lubang
Mama.
"AHHHH....
ouhh dalemmm bangettt Paaahh nghhhh" Mama menggelinjang merasakan v4 ,, 91
,, n4nya berkedut ingin sampai puncak.
"Nghhh...
kamuuuh udah liat sendiri kannn bodyy seksiihh anakmuuhhh"
Papa menggeram.
Menggerakan
jarinya semakin cepat meny0d ,, 0k v4 ,, 91 ,, n4 sang istri yang sudah banjir.
Tak lupa juga ia
berikan rangsangan pada p3 ,, nt ,, 1l dada Mama yang sudah menegang.
"Binal. Kamu binal banget sayanghh.."
Hhhhh…
Papa kemudian
melepas jarinya di bawah sana.
Lalu menidurkan
istrinya dengan lembut di atas kasur.
JLEBBBBB.
Tanpa aba-aba,
Papa kembali memasukan jarinya di lubang surga Mama.
Kali ini bukan
tiga melainkan empat jari ia gunakan untuk
mengaduk-aduk liang senggama istrinya yang binal itu.
"OUHHHH..."
"Pahhh...
nghhh ahhhh enakkkkhhh"
"Ahhh... ahhh...
Oughhhh" Mama kelojotan.
Menikmati setiap s0d
,, 0kan tangan sang suami yang semakin lama semakin ganas.
"Nghhh....
ahh Paahh hh apalagi nantiihh kalau anakk gadis muu itu nghhh t3 ,, tnyaa udah
keluar asii Pahhhh OUHHHH"
Mama memekik
tiba-tiba ketika merasakan ada benda tumpul dan besar yang mencoba memasuki v4
,, 91 ,, n4nya.
"Ouhhh Papaa
nghhh... Mamaa huuhhh hhh belum siappphhh"
Berbanding terbalik
dengan ucapannya.
Tubuh Mama justru
merespon dengan semangat.
Buktinya saja, Mama
semakin melebarkan kakinya.
Memudahkan sang
suami untuk meny0d ,, 0k semakin dalam liang senggamanya.
Lalu, Mama
tersenyum semakin lebar ketika melihat raut penuh n4f ,, $u suaminya itu.
"Ahhh...
ahhh... ouhhh..."
"Nghhh... binal... kamu binalll banget sayang hhh. "
"Ahhh..
ahhh... ahhhh. Papahh"
Papa meny0d ,, 0k
dengan ganas lubang sang istri.
Mendengar segala
racauan yang tadi diucapkan oleh Mama sukses membuatnya semakin berg4 ,, 1r4
,, h.
"Ahhhh...
ahhh oughhhhh fasterhhh Papa. "
"Ahhh...
ahhhh Papa kiraaa sifatt nghh binal mu ini udahh ilanggghh Mahh."
Plok. Plok. Plok.
"Ahhh
Papahhh. "
"Hhhhh tapi kayanyaaa belum ilangg yahh.
Nghhh bisa-bisannyaa kamuuu hhhh nyebut nama anak gadismuu ketikaa kita lagii
hh n93 ,, nt ,, 0tt ginii hhh. "
Papa menggeram,
lalu meny0d ,, 0k penuh n4f ,, $u istri binalnya itu.
Sesekali ia r3m
,, 4s p4 ,, yud4 ,, r4 sang istri yang membusung tinggi.
"Ahhh...
ahhh t-ttapii enngggg Papa makin t3r4ng ,, $4ngg kanhhh. "
Papa mencium
ganas bibir penuh Mama.
Meng93 ,, nj ,,
0t dengan penuh semangat istri binal nya itu.
Lalu sesekali ia
memberhentikan s0d ,, 0kannya dan bergerak menusuk jauh ke dalam.
"OUHHH PAPAHHH AHHH. " Mama m3
,, m3 ,, kkik saat
Papa tiba-tiba
memelankan tempo s0d ,, 0kan pada v4 ,, 91 ,, n4nyaa, namun suaminya itu justru
memberi hentakan yang lebih bertenaga.
Sehingga membuat Mama mabuk kepayang karena
sensasi nikmat p3n ,, 1 ,, s Papa yang memenuhi liang senggamanya semakin dalam.
"Nghh...
Mama hhh seringgg bayangin anak gadis mu yang engga enhgga kann?"
"Hhh Papaa
kemarin liatt apaa yang Mama lakuin di pinggir kolamhhhh Mamaa n90 ,, b3ll
1t ,, 1ll Mamaaa hhh pake jari lentikkk Mama"
Merasakan v4 ,,
91 ,, n4 sang istri yang semakin mengetat, ucapan Papa semakin tak terkontrol.
"Eunghhh...
iyaahh iyahhh ahhh ouhhh Mamah s4 ,, n ,, 933 bangettt liat eunghhh Papaa samaa
Iraa ahhh"
Mama kelojotan...
semakin menjepit p3n ,, 1 ,, s Papa di dalam lubang v4 ,, 91 ,, n4nya.
"Nghh...
Papahh hh tauu eungghh Mamahh seringg bayanginnn hhh kamuu
samaa Iraaa engg n93 ,, nt ,, 0tt"
Fuck. Fuck.
Papa menggeram
penuh n4f ,, $u, lalu melepas p3n ,, 1 ,, snya dan kemudian membalikan dengan
pelan tubuh istrinya dan menyuruhnya menungging.
Lalu kembali ia
masukan p3n ,, 1 ,, snya yang tegang ke dalam lubang Mama.
Argh fuck N93 ,,
nt ,, 0t sambil posisi doggy gini emang paling mantep. Papa berucap dalam hati.
Kepalanya pening
ketika merasakan p3n ,, 1 ,, snya masuk semakin dalam ke dalam v4 ,, 91 ,, n4
Mama.
"Ahhh...
Mama t3r4ngg ,, $4ngg bangetthh liatt eunggg liat Papa sama Irahhh"
"OUGHHHHH
dalemmm oughh dalemm bangett"
"Ahhh....
ahhh... Papa tauuu? Ira ahhh tadii seksi hhh bangett pas ngangkang diatas Papa"
"Ahhh
ahhhh... teruss pas Papaa hhh mainin jarii Papa eunhhh di paha t3l4n ,, j4n9 Iraaa
ahhh"
"Nghhh...
ahhh... teruss pas di kolam renang hhh"
"Ahhh Papaa
disituuu eunhhh lagii n90 ,, b3l 1t ,, 1l Iraa kan OUHHHH PAAAH cepettt
bangethhh."
Plak.
"Jalang"
Plak. Plak.
"Dasar
jalang..."
Papa menampar bongkahan
sekal di depan matanya.
Lalu menundukan
badan untuk mencium pundak t3l4n ,, j4n9 sang istri.
"Nghhh...
bisa-bisanyaa kamuhh Maaa ngebayanginn Papaa ny0d ,, 0kk m3 ,, m3 ,, kkk Ira"
Mama menggerakan
pinggulnya. Bergerak berlawanan dengan s0d ,, 0kan Papa.
"Oughhh hhh
emanggg hhh Papa nggak mauu ny0d ,, 0kkk Iraa eunggg kaya ginii"
Hhhh... hhhh...
"Papa hhh
emang nyaa ahhh.... ouhhh... dalemmhhh bangettt Pah"
Ucapan Mama
terputus, digantikan dengan D3s4 ,, han hebat karena s0d ,, 0kan suaminya yang
semakin brutal.
"Hhhh...
Papa emang hhh nggak mauuu hhh k0 ,, nt ,, 0lnyaa di emut Iraa. "
"Ahhh...
ahhh... Pahhh ouhhh pelannnhh. "
Mama menumpukan
kepalanya di bantal.
Kepalanya merasa
pening karena merasakan bagian bawahnya sangat penuh.
Fuck. Fuck.
Papa semakin
mempercepat gerakan pinggulnya, lalu mengangkat tubuh Mama untuk ia ajak
berperang lidah.
"Jalang. "
Slurpp... slurpp.
"Jalang."
"Iya Mama ahh
jalang. Jalanngnya Papahhh"
"Nantiij hhh
kalau Papaa ahhh udah n93 ,, nt ,, 0tt sama Iraa hh... Iraa huhhhh
bakal jadi jalang Papa juga hhhh. "
Papa mer3m ,, 4s p4
,, yud4 ,, r4 sang istri cukup keras dan melepaskan pagutan bibir keduanya,
lalu kembali membuat posisi istrinya itu menungging.
Kini ia posisikan
kedua tangannya di pinggang Mama.
Lalu meny0d ,, 0k
istrinya dengan ganas namun tetap berhati-hati karrna ada anak di dalam
kandunga sang istri.
"Ahhh
ahhh... Oughhhh dalemmm Pahhh. "
"Ahhh...
ahhhh Pahh eungg Mama mau muncrattt ahhh. "
"Muncrattt...
muncratin semuanyaa Mahh. "
"Oughhhh
ahhhhh Mama ngebayangin hhh kalauu hh Mama ituu hh Iraaaa yanngg lagii eungg
Papa s0d ,, 0kkhhh. "
Mama meracau
semakin liar saat pelepasannya sudah dirasa di ujung.
Fuck.
Papa meny0d ,, 0k
p3n ,, 1 ,, snya semakin dalam. Mendengar racauan istrinya membuatnya gila.
"Ngnggg Mama
negabayanginn kalauu Iraaa lagii Papa s0d ,, 0kk kayaa ginii iyaaahh hmm?"
"Kalau
gituuu hhh Papa s0d ,, 0kkk Mamaa makin kenceng, Papa s0d ,, 0k m3 ,, m3 ,, kk
binal Mama ini sampe muncrat-muncrath. "
"Ahhh...
ahhh... ahhh.. "
"ENGGG OUGHHHH SAYANGHHHH. "
Mama m3 ,, m3 ,,
kkik kencang saat gerakan sang suaminya semakin brutal di bawah sana.
"Ahhh Mama mau
muncrattt ahhhh muncrattt"
"Muncrat...
muncratin k0 ,, nt ,, 0l Papa pake lendir dari m3 ,, m3 ,, kk binal Mama
nghhh."
N4f ,, $u sudah
memenuhi segala pikiran.
Papa juga kini
meracau semakin liar.
Merasakan v4 ,,
91 ,, n4 istrinya yang berkedut dan menjepeit p3n ,, 1 ,, snya semakin kencang
membuat Papa lupa dunia.
"Eunghhh
Papahhhh AHHHHHH. "
Cr0 ,, t. Cr0 ,,
t. Cr0 ,, t.
Mama muncrat
dengan deras.
Saking banyaknya,
lelehan berlendir terlihat keluar dari sela-sela dua alat kelamin yang sedang
menyatu.
"Nghhh...
oughhh. "
"Hhhh...."
Mama terengah-engah.
Baru satu kali
ini ia pelepasan.
Namun rasanya
seperti sudah belasan jam disetubuhi.
Efek karena
kehamilannya yang membesar.
Mama memang jadi
mudah capek jika melakukan aktifitas suami istri.
Setelah sang
istri mendapatkan kepuasan, Papa membalikan kembali tubuh Mama membuatnya
telentang dengan kaki yang terbuka lebar.
"Nghh... ahh
Papaahh jangan dimaininn duuluu... nghhh m3 ,, m3 ,, kk Mama masih sensitiffhhhh"
Slruupppp...
Menghiraukan
ucapan sang istri, Papa justru dengan penuh n4f ,, $u menyedot cairan
yang keluar dari tubuh Mama.
Menyeruputnya
seakan sedang makan makanan berkuah.
"Shhh...
ouh.... nghh..." Mama menggelinjang merasa geli namun juga nikmat saat
lidah Papa menerobos dan bermain di liang v4 ,, 91 ,, n4nya.
Kemudian, Mama
mendorong tubuh Papa. Lalu menarik tubuh sang suami supaya kembali bersender di
kepala ranjang dengan Mama di atasnya.
Cup. Cup.
Mama menyesap
bibir Papa.
Mengambil kendali
tempo permainan ketika sebuah pikiran terlintas di benaknya.
"Sekarang
biar Mama yang puasin Papa."
Mendengar ucapan
sang istri, Papa dengan sukarela menyerahkan diri.
Semakin rileks
kala tubuh t3l4n ,, j4n9nya menyender di kepala kasur.
Memperhatikan
dengan lekat apa yang mau dilakukan istrinya itu.
Mama kemudian
duduk di depan Papa dengan pose erotis.
Bertumpu pada
kedua lutut dengan paha yang mengangkang lebar.
Sehingga dari
posisi Papa, dengan jelas v4 ,, 91 ,, n4 berlendir Mama terlihat merekah
mempesona.
Papa menelan
ludah. Sangat t3r4ng ,, $4ng melihat pose erotis sang istri di depannya.
Membuat p3n ,, 1 ,, snya yang tegak berdiri semakin mengeras.
Dengan senyum
nakal penuh godaan, Mama maju perlahan dengan merangkakan badan, menempelkan
tubuh bawahnya dengan p3n ,, 1 ,, s Papa, lalu mendekatkan wajah.
"Sekarangg...
coba Papa bayanginnn... Papa bayangin kalo Mama ini Ira"
Mama tersenyum
genit, lalu mulai bergerak menggesek v4 ,, 91 ,, n4nya perlahan.
Terkekeh saat
melihat tatapan suaminya yang semakin menggelap.
Masih dengan
posisi yang sama, Mama memundurkan wajahnya kemudian mengulum puting kecil Papa
yang sudah sama tegaknya seperti yang di bawah.
Memainkan lidah
basahnya disana.
"Errrrrggggghhh"
Papa menggeram tertahan, namun tetap ia biarkan sang istri berbuat
semaunya. Kapan lagi dipuaskan istri tercinta.
"Bayanginn
Pahhh... bayangin kalauu yang lagi jilatin Papa kaya gini itu Ira" Mama
terkikik, semakin gencar menggoda Papa yang wajahnya sudah memerah.
Fuck.
Gila.
Istrinya
bener-bener gila.
Parahnya, Papa
juga gila karena mengikuti ucapan Mama.
Membayangkan bahwa yang kini sedang bermain dengan p3n ,, 1 ,, snya adalah sang anak gadis yang mungkin sedang terlelap dalam mimpi.